Pascabanjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Masih Hadapi Krisis Air Bersih

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Belum pulihnya seluruh infrastruktur pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih menyisakan sederet persoalan bagi masyarakat. Kini sejumlah desa di wilayah tersebut tengah menghadapi krisis air bersih.

Selain faktor peralihan musim kemarau, kekeringan di Aceh Tamiang juga dipicu rusaknya instalasi air dan sumur yang masih tercampur material lumpur sisa banjir bandang.

Sunarti salah satu warga di Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang menuturkan kesehariannya yang kesulitan mendapat akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ia dan sekeluarga yang kini tinggal di tenda darurat hanya mengandalkan air sumur bor dari bantuan swasta. Namun kini sumur tersebut mulai mengering.

“Air bersih susah setelah banjir bandang kemarin, sekarang kami ada air sumur bor dari bantuan. Tapi sekarang banyak yang mulai kering,” ucap Sunarti, Jumat (27/2/2026).

Untuk mengakali kondisi yang serba terbatas, ia harus menghemat penggunaan air bersih yang ia tandon di bak berukuran sekitar 250 liter.

“Airnya udah payah, keluarnya,” jelasnya.

Kondisi serupa juga dialami Zainudin warga Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Desanya yang kini luluhlantak disapu banjir bandang mengalami krisis air bersih.

Sumber air yang didapatkan dari sumur juga mulai mengering. Warga setempat kini berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

“Kami dah habis air ini, krisis air,” katanya.

Di sisi lain, Tim Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Provinsi Jawa Timur telah mengerahkan truk tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Aceh Tamiang.

Ahmad Syaiful Koordinator Tim Lazisnu Jatim mengatakan, satu unit mobil tangki air bersih yang mengangkut 21.000 liter telah dioperasikan untuk tiga kali pengiriman dalam sehari guna memenuhi kebutuhan air warga.

Pengiriman air bersih itu memprioritaskan tandon air di masjid, dapur umum dan mushola yang tersebar di sejumlah titik di Aceh Tamiang.

“Masih banyak warga Aceh Tamiang yang kesulitan mendapat air bersih, untuk itu kami memprioritaskan pengiriman ke titik-titik sentral,” jelasnya.(wld/ris/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Mau Ulang Gagalnya KUD Orde Baru! Menkop Ferry: Koperasi Desa Harus Profit | ROSI
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Bank Muamalat Kuasai 59 Persen Pasar Haji Khusus
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Usut Kasus Pemerasan Bupati Sudewo, KPK Geledah Rumah Mantan Pj Sekda Pati
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Sita Dokumen hingga Alat Elektronik dari Rumah Eks Pj Sekda Pati
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Airlangga Pastikan Indonesia Dapat Tarif 15% dari AS, Bukan 19%
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.