Benarkah Rendam Kaki di Air Hangat Bisa Redakan Migrain? Ini Kata Dokter

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

DOKTER Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University (FKGiz), menyebut praktik sederhana merendam kaki di baskom berisi air hangat dapat membantu meredakan migrain. 

Dalam siaran pers yang diterima Jumat (27/2),  ia menyampaikan penelitian mengenai kompres air hangat atau merendam kaki dalam air hangat pada pasien migrain memang sudah dilakukan. Hanya saja, jumlah subjek penelitiannya masih terbatas.

Pun demikian dengan pengaruh rendam kaki air hangat terhadap aliran darah ke kepala, hingga kini masih bersifat spekulatif.

Baca juga : Apa Benar Merendam Kaki Bisa Mengurangi Sakit Kepala?

“Penelitian mengenai kompres air hangat atau merendam kaki dalam air hangat pada pasien migrain sudah dilakukan, tetapi dengan jumlah subjek masih terbatas. Pengaruhnya terhadap aliran darah ke kepala juga masih spekulatif".

Menurutnya, secara fisiologis, rangsangan sensorik dari hidroterapi dapat mendominasi rangsangan nyeri dengan mengaktifkan serabut bermielin berdiameter besar. 

Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya gerbang terhadap impuls nosiseptif kecil.

Baca juga : Dari Injeksi Botox hingga Neuromodulasi, Arah Baru Terapi Migrain

Baik hipotermia maupun hipertermia diketahui memberi efek fisiologis dan hemodinamik yang kuat pada tubuh.

Paparan air hangat, lanjutnya,  menurunkan kekuatan simpatik dan meningkatkan tonus vagal.

Terkait efektivitasnya pada berbagai jenis sakit kepala, dr Christy menyebutkan bahwa sejauh ini penelitian masih terbatas pada kasus migrain saja. Ia belum menemukan bukti ilmiah yang cukup untuk jenis sakit kepala lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba, ia menyarankan perendaman kaki dilakukan dengan air hangat bersuhu sekitar 40℃.

“Dapat pula ditambahkan minyak lavender. Durasi rendaman sekitar 20 menit, setelah berendam segera keringkan kaki dengan kain kering. Intervensi ini diberikan 5 hari seminggu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa metode ini dapat dicoba sebagai terapi pendamping. Karena itu, konsultasi medis terutama bagi penderita migrain berulang atau berat tetap diperlukan. (DD)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SBY Soroti Negosiasi Nuklir AS-Iran: Perang atau Damai Ditentukan Hari-Hari Ini
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun Penjara
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Anti Begah Setelah Sahur, Ikuti 7 Tips Ini!
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Polresta Banyumas Sita 9 Kg Bahan Peledak, Dua Pemuda Diringkus
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kerja Sama Mineral AS dengan Malawi: “Counter-Attack” Investasi Tiongkok?
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.