Intip Omah Dongeng Marwah, Kawah Candradimuka Ketua BEM UGM Tiyo yang Lantang Kritik Prabowo

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

KUDUS, DISWAY.ID-- Nama Tiyo Ardianto tengah menjadi buah bibir nasional. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Gajah Mada (UGM) itu viral lantaran keberaniannya melayangkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kritis digencarkan Tiyo, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan Prabowo.

Namun, siapa sangka jika "nyali" aktivis muda ini ditempa bukan di sekolah favorit bertaraf internasional, melainkan di sebuah sekolah alam alternatif di pinggiran Kabupaten Kudus.

BACA JUGA:Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Tanda Negara Darurat Sudah Banyak, Reformasi Jilid II Butuh Kesadaran Kolektif

Tiyo merupakan alumnus PKBM Omah Dongeng Marwah, sebuah lembaga pendidikan kesetaraan yang berlokasi di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Sekolah ini membuktikan bahwa lulusan kejar paket "tidak kaleng-kaleng" dan mampu bersaing di kampus kasta tertinggi seperti UGM.

PKBM Omah Dongeng Marwah bukanlah sekolah formal biasa. Lembaga ini didirikan pada 2015 oleh Hasan Aoni, seorang mantan aktivis '98 lulusan UAIN Walisongo Semarang.

Tak sendirian, Hasan membangun sekolah ini bersama jejaring aktivis sosial, pegiat lingkungan, jurnalis, hingga guru yang merindukan sistem pendidikan tanpa paksaan.

"Omah Dongeng Marwah berdiri atas inisiasi kawan-kawan aktivis yang ingin menghadirkan lembaga pendidikan alternatif," ujar Hasan Aoni kepada media.

BACA JUGA:Istana Bantah Omongan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang Bilang Anggaran Pendidikan Dipotong karena MBG

Lembaga ini telah mengantongi izin operasional sejak 2017 dan kini menyandang akreditasi B di bawah binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Di sini, pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C dikelola dengan pendekatan yang jauh dari kesan kaku.

Di sekolah ini, siswa tidak hanya duduk mendengarkan ceramah. Kegiatan belajar yang berlangsung pukul 08.30 hingga 13.00 WIB difokuskan pada pengembangan literasi dan eksplorasi potensi.

Siswa dibimbing untuk menulis Karya Ilmiah yang mengasah logika dan analisis data.

Siswa dalam pelajarannya juga diberikan kemampuan untuk produksi film dokumenter. Produksi film dokumenter ini, siswa diajak lebih memahami realitas sosial lewat lensa kamera.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] PSI dan Ray Rangkuti Respons soal MK Diminta Tolak Keluarga Presiden-Wapres Ikut Pilpres
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Polres Metro Jakarta Selatan Kerahkan 150 Personel Antisipasi Pasar Tumpah Ramadhan 1447 Hijriah
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Dedi Mulyadi Larang Siswa Bawa Motor, Disdik Jabar Tawarkan Hal Ini Sebagai Solusi Agar Sama-sama Enak
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Berhenti Sebelum Terlambat, Tahan Kantuk dengan Kopi saat Puasa Ramadhan Ada Efek Sampingnya
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengamat Kebijakan Publik: Polemik MBG Harus Dibedah Secara Menyeluruh
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.