Teheran: Sejumlah rumah sakit di ibu kota Iran, Teheran, menetapkan status darurat pada Sabtu, 28 Februari 2026, setelah serangan Amerika Serikat dan Israel mengguncang kota tersebut, menurut laporan Kementerian Kesehatan Iran.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanipour, mengatakan kepada kantor berita resmi IRNA bahwa langkah-langkah darurat diaktifkan setelah ledakan terjadi di sejumlah bagian ibu kota.
Dilansir dari Anadolu Agencu, ia juga mengatakan bahwa sejumlah ambulans telah dikerahkan ke lokasi-lokasi yang dilaporkan terkena ledakan, dan menambahkan bahwa jumlah korban akan diumumkan kemudian.
Serangan tersebut terjadi setelah Israel melancarkan serangan yang disebut sebagai operasi pencegahan dengan nama sandi “Lion’s Roar.”
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pasukan AS telah meluncurkan “operasi tempur besar” di Iran dengan tujuan “menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran.”
Trump juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Status darurat medis di Teheran menjadi indikasi dampak langsung dari eskalasi militer yang kini berkembang cepat, di tengah kekhawatiran akan meningkatnya jumlah korban dan potensi konflik yang lebih luas.
Baca juga: Iran Kecam Serangan AS dan Israel, Tegaskan Hak untuk Membalas




