Fakta-Fakta Terbaru Selat Hormuz Usai AS Serang Iran

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Selat Hormuz jalur vital perdagangan minyak dunia yang terletak di Selatan Iran menjadi perhatian usai serangan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2).

AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran. Ledakan terdengar di sejumlah wilayah, Teheran, Isfahan, Qom, Karaj dan Kermansyah.

Selama ini, Selat Hormuz memang kerap dimanfaatkan Iran sebagai instrumen tekanan geopolitik. Meski demikian, ancaman penutupan itu belum benar-benar pernah diwujudkan oleh Iran.

Terakhir, ancaman penutupan Selat Hormuz muncul saat AS secara terbuka membantu Israel melancarkan serangan ke situs nuklir Iran pada Minggu (22/6).

Lalu bagaimana fakta-fakta jalur perdagangan minyak dunia usai serangan AS dan Israel?

Angkut 20 Juta Barel per Hari

Berdasarkan informasi dari Badan Informasi Energi AS (EIA), lebih dari 20 persen konsumsi minyak harian dunia atau sekitar 18 hingga 20 juta barel per hari melewati Selat Hormuz.

Hal ini karena negara anggota OPEC seperti Arab Saudi dan Iran mengekspor sebagian minyak mentah lewat jalur tersebut. Selain itu, ekspor gas alam cair (LNG) yang diekspor dari Qatar juga melalui jalur tersebut.

Jika nantinya selat tersebut ditutup, maka dampaknya akan terasa pada pasokan energi seperti menimbulkan kenaikan harga minyak dunia Adapun negara di Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan sangat bergantung pada energi yang melewati jalur ini.

Penghubung Teluk dengan Samudra Hindia

Selain penting bagi perdagangan minyak global, selat tersebut merupakan penghubung Teluk dengan Samudra Hindia dan terletak di antara Iran dan eksklave Musandam milik Oman, yang berada di ujung semenanjung.

Lebarnya sekitar 50 kilometer, serta perairannya yang dangkal yaitu tidak lebih dari 60 meter, membuatnya rentan untuk ditutup secara militer.

Secara geografis, selat tersebut juga dipenuhi pulau-pulau kecil yang tak banyak penduduk atau berupa gurun yang memiliki nilai strategis, terutama pulau-pulau Iran seperti Hormuz, Qeshm, dan Larak.

Jalur Perdagangan Minyak Utama ke Asia

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak yang merupakan anggota OPEC mengekspor sebagian besar minyak mentah lewat Selat Hormuz, terutama ke Asia. Qatar yang merupakan salah satu eksportir gas alam cair terbesar di dunia juga mengirim hampir semua gasnya lewat Selat Hormuz.

Iran juga mengekspor sebagian besar minyak mentahnya lewat jalur tersebut, yang secara teori membatasi keinginan Teheran untuk menutup Selat Hormuz. Meski demikian, Iran tetap mendedikasikan sumber daya yang signifikan untuk memastikan dapat melakukannya jika dianggap perlu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Negara Paling Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Indonesia Termasuk Salah Satunya
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Disorot, Bima Arya Sentil Gubernur Kaltim: Anggaran Harus Masuk Akal
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Memaknai Ramadan, Mantan KSAD Dudung Ingatkan Kekuatan Doa
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
7 Makanan dan Minuman Harus Dihindari Saat Sahur
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Di Tengah Transformasi Digital Keuangan, Siap Cetak Mahasiswa Hadapi Revolusi Industri 4.0
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.