Bisnis.com, JAKARTA - Sehari setelah serangan Amerika terhadap Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia memiliki tiga kandidat dalam pikirannya untuk kepemimpinan baru Iran setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Trump mengatakan kepada The New York Times bahwa dia memiliki "tiga pilihan yang sangat bagus" untuk siapa yang bisa memimpin Iran, tetapi dia tidak menyebutkan nama mereka.
"Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang. Mari selesaikan pekerjaan ini dulu," katanya.
Sebagaimana diketahui, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia pada usia 86 tahun dalam serangan besar terhadap Iran yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Setidaknya, demikianlah informasi yang dikonfirmasi oleh media pemerintah.
Sebagai kepala Republik Islam Iran sejak tahun 1989, Khamenei berada di jantung posisi garis keras rezim terhadap masyarakat Islam yang tetap bertahan meskipun ada ketidakpuasan dan protes domestik.
Keputusan kebijakan luar negerinya menjadikannya pemain kunci dalam politik Timur Tengah yang bergejolak, memberinya beberapa sekutu dan banyak musuh yang kuat.
Saat ini, Iran telah memulai masa berkabung selama 40 hari setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan berkelanjutan oleh Amerika Serikat dan Israel, menurut media pemerintah Iran.
Sejumlah pejabat keamanan tinggi juga tewas dalam serangan hari Sabtu, bersama dengan putri, menantu, dan cucu Khamenei. Pembunuhan ini menandai salah satu pukulan paling signifikan bagi kepemimpinan Iran sejak revolusi Islam 1979.
Presiden Masoud Pezeshkian mengutuk pembunuhan itu sebagai "kejahatan besar", menurut pernyataan dari kantornya.
Ia juga mengumumkan tujuh hari libur nasional sebagai tambahan dari masa berkabung selama 40 hari.





