Bisnis.com, JAKARTA — Sederet bank Tanah Air telah menyiapkan dana hingga puluhan triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi tunai masyarakat jelang Idulfitri 1447 H/2026 M.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi perbankan terhadap lonjakan penarikan tunai serta aktivitas transaksi menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Untuk diketahui, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti.
Dalam SKB Tiga Menteri, pemerintah menetapkan libur nasional Idulfitri 1447 H/2026 M pada 21—22 Maret 2026, sedangkan untuk cuti bersama ditetapkan pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.
Mengacu pada surat tersebut, perbankan memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode libur Lebaran melonjak. Selain mempersiapkan uang tunai, bank Tanah Air juga memaksimalkan layanan digital agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama momentum tersebut.
Lantas bagaimana kesiapan uang tunai di sejumlah perbankan Tanah Air jelang Idulfitri 1447 H/2026 M?
Baca Juga
- Kanal Energi & Sentimen Pasar jadi Risiko Utama Perbankan Efek Perang Israel-AS vs Iran
- BI Ungkap Likuiditas Perbankan RI Melimpah, Permintaan Masyarakat Penyebab Credit Gap
- Adu Kredit Hijau Bank Jumbo kala Perbankan Hadapi Risiko Iklim
Berikut perinciannya:
BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengalokasikan uang tunai senilai Rp65,7 triliun. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan periode Ramadan dan Idulfitri umumnya menjadi momentum perputaran uang yang signifikan di Indonesia.
Untuk itu, perseroan berkomitmen menyediakan layanan perbankan yang berkualitas, termasuk memastikan ketersediaan uang tunai selama periode libur Lebaran.
“Kami berkomitmen membantu nasabah dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya selama Ramadan dan Idulfitri, serta berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Hendra dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (3/3/2026).
BCA juga memperkuat layanan digitalnya guna memenuhi kebutuhan transaksi nasabah selama 24 jam. Aplikasi myBCA, BCA mobile, internet banking (KlikBCA), dan jaringan ATM BCA dapat diakses dengan mudah oleh nasabah kapan pun dan di mana pun.
Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp44 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Alokasi itu meningkat 5% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp41,9 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyampaikan, alokasi uang tunai yang meningkat itu seiring dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan suci hingga puncak arus mudik dan Idul Fitri.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Adhika dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Bank dengan logo pita emas itu juga memastikan kelancaran transaksi non-tunai selama periode puncak Lebaran, dengan menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18 hingga 25 Maret 2026, atau sekitar Rp2,5 triliun per hari.
BNI
Untuk mengantisipasi lonjakan penarikan tunai serta aktivitas transaksi menjelang puncak arus mudik Lebaran yang berlangsung pada 11–24 Maret 2026, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengalokasikan uang tunai senilai Rp23,97 triliun.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penyediaan likuiditas tersebut telah disesuaikan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.
“BNI memastikan kesiapan likuiditas dan jaringan layanan agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Dari total dana yang disiapkan, sebesar Rp16,64 triliun dialokasikan untuk pengisian ATM dan CRM. Sisanya atau Rp7,33 triliun lainnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi di outlet kantor cabang.
Perseroan juga menghadirkan layanan yang optimal melalui sinergi jaringan fisik dan digital agar kebutuhan perbankan nasabah selama periode mudik dan Idul Fitri tetap terpenuhi dengan baik
BSI
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menyiapkan uang tunai sekitar Rp16 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026 M.
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan total dana Rp16 triliun itu akan tersebar di seluruh kantor cabang dan jaringan ATM BSI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Penukaran uang kita siapkan seperti biasa, kalau tidak salah selama Lebaran itu Rp16 triliun,” ungkap Anton di sela-sela Peluncuran BSI Tabungan Umrah di BSI Tower, Jakarta, dikutip pada Selasa (24/2/2026).
BSI juga menyiagakan 6.000 ATM-nya untuk melayani masyarakat yang akan melakukan penarikan uang selama momentum Idulfitri. Dia memastikan operasional ATM di seluruh Indonesia tetap berjalan dengan baik.
Anton menambahkan, uang pecahan yang tersedia di ATM yakni Rp50.000 dan Rp100.000. Kendati begitu, BSI tidak menutup kemungkinan untuk menyiapkan uang pecahan Rp20.000 di sejumlah daerah.
“Rp50.000, Rp100.000, tapi tidak menutup kemungkinan kalau untuk beberapa tempat kita coba cari kemungkinan, mungkin di Rp20.000,” ungkapnya.
Selain itu, manajemen juga memastikan semua layanan perbankan tetap beroperasi dengan baik selama libur Lebaran berlangsung, dengan melakukan monitoring secara berkala.





