VIVA – Pemerintah Australia menegaskan komitmennya memperkuat poros keamanan dan ekonomi di Asia Tenggara dengan menempatkan ASEAN sebagai mitra strategis utama di kawasan.
Dalam acara ASEAN-Australia Buka Puasa with Media Colleagues di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026, Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, menekankan bahwa kemitraan Australia dengan ASEAN tidak semata soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keamanan kolektif yang saling berkaitan erat.
Ia mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, bahwa kekuatan Australia dan ASEAN terletak pada suara kolektif yang menggema di seluruh kawasan, terutama dalam menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan supremasi hukum.
"Suara tersebut kini semakin penting. Kita bersama-sama membentuk kawasan di mana kedaulatan dihormati dan perselisihan dikelola secara damai. Kita berbagi visi ASEAN tentang kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera," kata McDonald.
Dari Mitra Dialog hingga Strategis KomprehensifAustralia tercatat sebagai mitra dialog pertama ASEAN sejak 1974. Saat itu, Canberra menyatakan ASEAN sebagai organisasi kawasan paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Hubungan tersebut terus berkembang hingga pada 2021 kedua pihak sepakat meningkatkan status kerja sama menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Pemerintah Australia memandang ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dan kekuatan baru yang berperan penting dalam membentuk kawasan yang tangguh dan terbuka.
McDonald juga menyoroti faktor geografis sebagai fondasi kedekatan kedua pihak. Titik paling selatan Indonesia, menurutnya, hanya berjarak beberapa ratus kilometer dari Australia. Sementara Timor-Leste, anggota terbaru ASEAN, dapat ditempuh kurang dari dua jam penerbangan dari Australia.
"Artinya, ketika kita memikirkan kemakmuran kita, kita memikirkannya dalam konteks kemakmuran ASEAN,” katanya.
Dari sisi ekonomi, ASEAN kini menjadi mitra dagang terbesar kedua Australia, dengan nilai perdagangan dua arah melampaui 195 miliar dolar AS pada 2024. ASEAN juga merupakan blok perdagangan terbesar kelima di dunia dan diproyeksikan naik ke posisi keempat pada 2040.
Peningkatan hubungan dagang tersebut didorong oleh strategi Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040 yang diluncurkan pada 2023 saat Indonesia menjabat sebagai Ketua ASEAN. Strategi itu telah meningkatkan nilai perdagangan lebih dari 6 miliar dolar AS serta menghasilkan investasi baru senilai lebih dari 2 miliar dolar AS.





