Sebanyak 54,89 persen atau 73 pembaca mengaku sering mengalami kondisi kulit kering saat bulan ramadan. Angka tersebut diperoleh dari polling kumparan pada 20 hingga 27 Februari 2026 yang diikuti oleh 133 pembaca.
Dari data tersebut, 24,06 persen atau 32 pembaca mengatakan cenderung alami permaslahan jerawat. Sementara itu, 21,05 persen atau 28 pembaca lainnya mengaku kulitnya kusam saat berpuasa di bulan Ramadan.
Bulan Ramadan menjadi momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, tidak sedikit yang mengeluhkan kondisi kulit menjadi lebih bermasalah saat menjalani ibadah puasa.
Permasalahan yang muncul pun beragam, mulai dari kulit kering, kusam, hingga lebih mudah berjerawat. Berdasarkan data Halodoc Indonesia Health Insights Report Edisi Q1 2026, keluhan jerawat meningkat sebesar 22 persen pada minggu pertama Ramadan dibandingkan periode biasanya.
Kondisi kulit yang berubah saat bulan puasa dipicu oleh perubahan ritme dan gaya hidup selama bulan puasa. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari, dr. Melody Febriana Andardewi, Sp.DVE.
"Saat berpuasa terjadi perubahan pola makan, asupan cairan, dan juga istirahat, sehingga bisa mempengaruhi kesehatan kulit kita. Di antaranya yaitu kulit menjadi kering dan kusam, kemudian lebih sensitif, timbul jerawat, dan juga bibir pecah-pecah," ujarnya.
Untuk yang mengalami kondisi kulit kering, dr. Melody menyarankan agar dapat mengomsumsi cairan secara cukup. Misalnya 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas saat malam hari dan 2 gelas saat sahur.
"Kemudian jangan lupa menggunakan pelembab atau moisturizer secara rutin, tidak hanya di area kulit wajah namun di area kulit badan kita," jelasnya.
Nah, untuk masalah jerawat, ia mengatakan bahwa seseorang perlu menjaga pola makan dengan menghindari makanan yang terlalu manis dan berminyak. Selain itu, gunakan skincare dengan kandungan bahan aktif yang bersifat non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.





