REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan reorganisasi dengan melantik sejumlah pejabat baru di tingkat direktur eksekutif, direktur grup, kepala divisi, hingga kepala tim. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penguatan lembaga di tengah tantangan sektor jasa keuangan sekaligus persiapan pelaksanaan program penjaminan polis asuransi.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, pergantian dan pengisian jabatan baru bukan sekadar agenda seremonial. LPS perlu memperkuat organisasi agar tetap menjadi lembaga resolusi yang dipercaya masyarakat.
- Lakukan Riset dengan Perguruan Tinggi, LPS Tentukan Arah Kebijakan Dengan Pendekatan Akademik
- Bos LPS Nilai Kebijakan WFA Bisa Bantu Dongkrak Pertumbuhan Kredit
“Industri jasa keuangan masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun global. Karena itu kami harus terus bersiap dan memperkuat organisasi,” kata Anggito saat pelantikan pejabat di kantor LPS, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, penguatan struktur penting agar LPS mampu menjalankan mandat menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus melindungi dana masyarakat di perbankan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menambahkan, penataan organisasi juga dilakukan untuk mengantisipasi pelaksanaan Program Penjaminan Polis (PPP). Program tersebut berpotensi berlaku lebih cepat, yakni pada 2027.
“LPS memastikan siap menyelenggarakan penjaminan polis jika kebijakan itu diterapkan lebih awal,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman LPS dalam menjamin simpanan perbankan menjadi modal penting. Program tersebut selama ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga.
Dalam pelantikan tersebut, LPS menunjuk Monang Siringoringo sebagai Direktur Eksekutif Teknologi Informasi. Sementara posisi Direktur Grup Komunikasi dan Hubungan Lembaga diisi Nur Budiantoro, Direktur Grup Pengelolaan Data Bank oleh The Daniel, serta Direktur Grup Regulasi Lembaga oleh Vitri Pascauli.
Selain itu, Haydin Haritzon dilantik sebagai pelaksana tugas Direktur Grup Layanan Umum dan Aroma Patria Perdana sebagai pelaksana tugas Direktur Grup Resolusi dan Hubungan Investor Asuransi.
LPS juga melantik sembilan kepala divisi dan 25 kepala tim untuk memperkuat berbagai fungsi, mulai dari pengelolaan data, resolusi bank, hingga komunikasi publik.
Bagi masyarakat, penguatan organisasi LPS dinilai penting untuk memastikan perlindungan dana simpanan tetap terjaga serta memberi kepastian bagi pemegang polis asuransi ketika skema penjaminan mulai dijalankan.




