PPDS UNCEN Pertama di Papua, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAYAPURA, DISWAY.ID-- Universitas Cenderawasih (UNCEN) mencatat sejarah baru dengan meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif, program spesialis pertama di Tanah Papua.

Peresmian digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran UNCEN, Jayapura, sebagai langkah strategis mengatasi krisis tenaga medis spesialis di kawasan timur Indonesia.

Peluncuran ini menjadi bagian dari program akselerasi nasional yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi melalui pendekatan Sistem Kesehatan Akademik.

BACA JUGA:BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset, Optimalkan Campus Financial Ecosystem

Perihal hal ini pemerintahan menargetkan pembukaan program spesialis di 11 provinsi yang sebelumnya belum memiliki pendidikan dokter spesialis, termasuk Papua, guna mempercepat pemerataan layanan kesehatan.

Berdasarkan data bahwa kebutuhan tenaga anestesi di Papua tergolong mendesak. Saat ini hanya terdapat sekitar 28 dokter anestesi untuk melayani lebih dari 40 rumah sakit di empat provinsi.

Keterbatasan tersebut menyebabkan banyak tindakan operasi tertunda dan akses layanan bedah belum optimal.

Rektor UNCEN, Oscar Oswald O. Wambrauw, mengatakan komitmen kampusnya memperluas program spesialis lain secara bertahap.

“Kami memprioritaskan pemenuhan dokter spesialis bagi rumah sakit yang kekurangan tenaga. Kolaborasi dengan pemerintah daerah akan diperkuat, termasuk kuota khusus bagi putra-putri Papua,” ujar Oscar, di Jayapura, Selasa, 3 Maret 2026.

BACA JUGA:Polda Metro Jaya Sidak Harga Pangan di Pasar Kopro, Cabai Rawit Tembus Rp140.000/Kg

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Papua melalui skema beasiswa dan ikatan dinas agar lulusan kembali mengabdi di daerah.

Program ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan SDM kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Sedangkan demi menjaga mutu pendidikan, UNCEN mendapat pendampingan dari Universitas Gadjah Mada sebagai universitas pembina.

Pendampingan mencakup kurikulum, standar kompetensi, hingga evaluasi berkala agar lulusan siap bekerja di fasilitas kesehatan dengan berbagai tantangan geografis Papua.

Hadirnya PPDS ini diharapkan mempercepat ketersediaan dokter spesialis lokal, memperkuat layanan operatif, serta meningkatkan akses kesehatan masyarakat hingga pelosok Tanah Papua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hampir 1.000 Karyawan Google dan OpenAI Minta AI Tak Dipakai untuk Perang
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penggugat Ijazah Jokowi di PN Surakarta: Kami Ini Hanya Mempermasalahkan Satu Hal
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Perusahaan Keluarga Terima Kontrak Rp46 Miliar, Bupati Pekalongan 'Kecipratan' Rp5,5 Miliar
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Imbas Konflik Iran-AS, DPR RI Pantau Ketat Pemulangan 58 Ribu Jamaah Umrah RI
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Lewat RDP, DPRD Gowa Soroti Pemberitaan Kunker dan Minta Hak Jawab Dimuat
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.