Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Como, Cesc Fabregas, bersama mantan striker Italia Giuseppe Rossi, kompak membela bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, yang menjadi sasaran kritik tajam usai kontroversi simulasi saat melawan Juventus.
Bastoni dihujani kritik setelah insiden yang membuat bek Juventus, Pierre Kalulu, menerima kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan, karena itu merupakan kartu kuning kedua, VAR tak bisa melakukan intervensi sesuai aturan saat itu.
Kontroversi tersebut bahkan mendorong IFAB untuk mengubah protokol mulai Piala Dunia musim panas ini, sehingga VAR dapat mengoreksi kesalahan jelas pada kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Fabregas: Dia Calon Kapten Timnas Italia
Meski Bastoni telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, cemoohan dari suporter lawan masih terus terdengar setiap kali ia menyentuh bola, termasuk saat menghadapi Lecce dan Como.
Fabregas pun angkat bicara usai laga semifinal Coppa Italia.
“Saya tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi saya pikir dia adalah pemain top dan anak yang hebat,” ujar Fabregas dalam konferensi pers.
“Dia harus menjadi kapten masa depan timnas Italia. Dia sangat penting dan kita harus melindunginya. Dia melakukan kesalahan hari itu, tentu saja, itu bisa terjadi pada siapa pun.”
Fabregas bahkan mengaitkan situasi tersebut dengan pengalaman pribadinya.
“Itu juga pernah terjadi pada saya di San Siro. Anda minta maaf dan lanjutkan hidup. Dia cerdas dan akan keluar dari situasi ini.”
Rossi: Di Lapangan Anda Lakukan Apa Saja untuk Menang
Dukungan juga datang dari Rossi saat berbicara di The Italian Football Podcast. Mantan pemain Fiorentina dan Manchester United itu menilai apa yang dilakukan Bastoni merupakan bagian dari realitas sepak bola modern.
“Dengar, di lapangan Anda akan melakukan apa saja untuk menang. Jika Bastoni merasa itu hal yang tepat untuk dilakukan, maka bagi dia itu benar,” kata Rossi.
“Itu berhasil. Mereka unggul jumlah pemain dan akhirnya memenangkan pertandingan. Apakah saya menyukainya? Tidak. Saya benci hal seperti itu. Tapi bisakah Anda menyalahkannya? Tidak.”




