Blak-blakan Bos Danantara Soal Tidak Muncul di Daftar Saham di Atas 1% Usai Janji Amankan IHSG

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Sovereign Wealth Fund (SWF) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memastikan telah berada di pasar modal Tanah Air meski tidak muncul di daftar pemegang saham di atas 1%. 

Sebelumnya, keberadaan Danantara di pasar modal menjadi tanda tanya bagi investor. Pasalnya, setelah daftar pemegang saham di atas 1% dipublikasi oleh Bursa Efek Indonesia, tidak ada nama Danantara di dalamnya kecuali saham yang sudah dialihkan dari pemerintah.

Padahal, keberadaan Danantara sebagai investor aktif telah disampaikan ke publik saat indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok pasca pengumuman MSCI yang hendak menurunkan Indonesia menjadi negara berisiko (frontier market) dari posisi saat ini sebagai emerging market pada awal Februari 2026 lalu.

Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia memastikan bahwa sayap pengelola keuangan negara itu sudah aktif bertransaksi di Pasar Saham Indonesia. Dia menjelaskan, pihak Danantara tidak beroperasi langsung, namun melalui manajer investasi (third party fund managers).

Menurut dia, untuk tahun ini semua aktivitas Danantara dilakukan melalui third party fund managers yang sudah dipilih melalui track record, service, dan memiliki institutional capacity yang baik. Pemilihan fund manager juga memperhatikan daya dukung infrastruktur operasional.

"Kami meminta fund managers yang dipilih untuk berinvestasi ke saham-saham yang memiliki fundamental yang baik, good valuation and good liquidity," kata Pandu kepada Bisnis, Kamis (11/3/2026). 

Baca Juga

  • Operasi Besar OJK di Saham 'Sultan Subang' Asep Sulaeman (IPPE-BEBS)
  • CIO Danantara Pandu Sjahrir Bocorkan Rencana Proyek 2026
  • Danantara Detailkan Jadwal Proyek Sampah jadi Listrik, 4 Wilayah Dimulai Maret-Juni 2026

Mantan komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menyebut pihaknya akan selalu support pasar modal indonesia karena memiliki prospek yang baik. "Keinginan kami juga untuk pasar modal Indonesia memiliki market deepening atau likuiditas yang lebih baik," katanya.

Kondisi itu juga diikuti dengan peningkatan transparansi dan lebih banyak dana institusi untuk bergerak aktif di pasar saham Indonesia.

IHSG - TradingView
--

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Gunungan Uang Rp 58 Miliar Barang Bukti Kasus Judi Online
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Kabareskrim: Penegakan Hukum di Riau Sangat Bagus
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
New Veloz Hybrid EV Mengaspal Massal di Sulsel, Inden Tembus 500 Unit
• 7 jam laluharianfajar
thumb
KPK Bilang Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dibantu Anaknya Intervensi Kepala Dinas
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Tito Karnavian Wajibkan Daerah Anggarkan Kesehatan Jiwa Anak di APBD, Mendagri Siapkan Surat Edaran dan Insentif untuk Pemda
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.