Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan Dinas Sosial (Dinsos) turun langsung menangani kasus bayi yang ditemukan telantar di Gerobak Nasi Uduk di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Rano mengaku baru mengetahui kasus tersebut dari pemberitaan media setelah kembali dari ibadah umrah.
“Mudah-mudahan anak ini tidak salah datang. Kalau dia mungkin datang di kelurahan, pasti akan ditanggulangi,” jelas Rano di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
Ia memastikan Pemprov DKI akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.
“Minimal Dinas Sosial akan turun langsung. Mudah-mudahan dia tidak salah datang. Dan saya berterima kasih kepada teman-teman media yang mengekspose ini, sehingga kita bisa segera cepat menanggulangi, karena itu bagian kegiatan sosial yang memang dilakukan oleh Jakarta,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan, dinas terkait biasanya langsung bergerak ketika sebuah kasus sosial telah terpublikasi di media.
“Pasti akan aktif. Apalagi kalau sudah di media, wah saya paling pertama kali itu yang saya share kepada dinas terkait untuk menanggulangi atau mengantisipasi itu,” ujarnya.
Seorang bayi perempuan ditemukan telantar di dalam gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) sore. Bayi yang diperkirakan baru berusia dua hari itu ditinggalkan bersama sepucuk surat yang diduga ditulis kakaknya.
Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengatakan bayi tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa bermula ketika seorang saksi bernama Dinda Astri (21) mendengar suara tangisan bayi dari arah depan rumahnya.
“Saksi Dinda mendengar suara tangisan bayi dari arah gerobak yang berada di depan rumah saksi. Saat dicek, saksi melihat tas belanja FamilyMart warna hitam di dalam gerobak tersebut,” kata Anggiat dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Ketika tas tersebut dibuka, saksi menemukan seorang bayi perempuan dalam posisi miring mengenakan pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti selimut bayi.
Dalam surat tersebut, anak itu meminta orang yang menemukan bayinya untuk merawat sang adik karena ibu mereka meninggal dunia saat melahirkan.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi,” tulis pesan tersebut.
Dalam surat itu juga disebutkan bayi tersebut bernama Ameera Ramadhani dan lahir pada 2 Maret 2026.





