JAKARTA, KOMPAS.com – Keluhan pelanggan terhadap pelayanan restoran Roti Romi cabang Menteng, Jakarta Pusat, viral di media sosial setelah seorang pelanggan mengaku tidak mendapatkan meja meski telah melakukan reservasi untuk berbuka puasa.
Keluhan tersebut muncul melalui unggahan akun TikTok @Keongmas yang menceritakan pengalaman tidak mendapatkan tempat duduk sesuai jadwal reservasi di restoran tersebut.
Dalam unggahannya, pemilik akun menyebutkan telah melakukan reservasi beberapa hari sebelumnya. Namun saat tiba di lokasi, ia tetap diminta menunggu karena meja yang dipesan belum tersedia.
Baca juga: Roti Romi Menteng Diprotes Soal Plating dan Lalat di Minuman, Pemilik Buka Suara
"Sudah reservasi dari beberapa hari lalu. Namanya ada, tapi pas datang mejanya disuruh nunggu dulu," ujar pemilik akun.
"Enggak apa-apa sih nunggu, tapi bagaimana ya. Sudah reservasi lho dan sudah ada ketentuan jamnya dikasih waktu 17.30-19.30," lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan tidak hanya dirinya yang menunggu, tetapi juga banyak pelanggan lain yang mengalami hal serupa, terutama ketika waktu berbuka puasa sudah semakin dekat.
Pelanggan tersebut menyebutkan baru mendapatkan meja sekitar pukul 18.50 WIB atau setelah waktu berbuka puasa tiba. Saat itu, makanan dan minuman yang dipesan juga belum tersedia, meskipun pihak restoran memberikan takjil kepada pelanggan.
Pemilik ungkap terjadi overbookingMenanggapi keluhan tersebut, pemilik Roti Romi, Lilysan Wijaya, menyampaikan restorannya mengalami kondisi overbooking atau pemesanan yang melebihi kapasitas pada cabang Menteng. Menurut Lily, lonjakan reservasi terjadi secara tiba-tiba melalui pesan WhatsApp.
"Awalnya kami memperkirakan ratusan chat, namun yang masuk ternyata ribuan chat dalam waktu yang sangat singkat," ujar Lily kepada Kompas.com saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Perempuan Viral Tak Bayar Makan Ditangkap Usai Comot Makanan Pengunjung di Restoran
Ia menjelaskan, situasi tersebut menyebabkan salah satu nomor WhatsApp utama restoran sempat terblokir sementara.
"Situasi tersebut bahkan membuat salah satu nomor WhatsApp utama kami terblokir sementara (mungkin karena dikira SPAM)," lanjutnya.
Manajemen restoran kemudian melaporkan pemblokiran tersebut kepada pihak WhatsApp agar nomor tersebut dapat diaktifkan kembali. Namun, proses tersebut tidak langsung disetujui.
Akibatnya, selama hampir satu hari pihak manajemen tidak dapat mengakses ribuan data pelanggan yang tersimpan dalam nomor tersebut.
"Pemblokiran ini terjadi tepat last-minute sebelum hari reservasi overbooking tersebut, yang membuat koordinasi menjadi sangat sulit, karena sudah dekat sekali dengan waktu reservasi," ungkap Lily.
Ia mengakui pihak restoran tidak berhasil memprediksi lonjakan reservasi yang terjadi di cabang Menteng.





