KPK Selidiki Juga Dugaan Gratifikasi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik dugaan perbuatan tercela lain yang dilakukan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.

"Dugaan penerimaan gratifikasi itu kami menduga ada penerimaan lainnya yang dilakukan oleh tersangka FAR," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, dikutip Jumat (6/3/2026).

Advertisement

BACA JUGA: KPK Buru Mastermind Pengondisian Saksi di Kasus Bupati Pati Sudewo

Budi menyebut, penyidik juga akan mendalami pengelolaan keuangan di PT RNB (Raja Nusantara Berjaya), yang disebut sebagai perusahaan ibu.

Pengecekan ini dilakukan untuk melihat apakah ada penerimaan lain di luar proyek tersebut.

"Apakah ada penerimaan-penerimaan lainnya di luar proyek-proyek yang dikerjakan oleh PT RNB di sejumlah perangkat daerah," kata Budi.

"Nah kalau kemarin kan kita paparkan ada sekitar 21 perangkat daerah ya, ada dinas, kemudian ada kecamatan dan puskesmas," sambungnya.

Sebelumnya, KPK mengumumkan bahwa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai satu-satunya tersangka dalam kasus dugaan korupsi, terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.

"KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan satu orang tersangka, yaitu saudari FAR selaku Bupati Pekalongan periode 2025-2030," ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Airlangga Segera Rampungkan Pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ini Tujuannya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
[FULL] ABK Fandi Divonis 5 Tahun di Kasus Sabu 2 Ton, Keluarga: Kami Keberatan, Ingin Vonis Bebas
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Strategi Benyamin Davnie Bangun SDM Tangsel: Beasiswa hingga Berobat Gratis
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Kisruh Impor 105 Ribu Pikap dari India, Kadin Ajak Agrinas Duduk Bareng: Industri Otomotif Nasional Jangan Sampai Terguncang
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Lansia Produktif: Bonus Demografi Kedua
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.