Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan diskusi selama tiga jam bersama pimpiman ormas Islam, pimpinan pondok pesantren (ponpes), hingga tokoh agama lainnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026), di mana menjelaskan soal apa yang terjadi di dunia, khususnya konflik di Timur Tengah
"Dari diskusi tadi, intinya Bapak Presiden menjelaskan dua hal. Pertama masalah geopolitik dan geoekonomi secara global. Terutama yang menyangkut tentang krisis di Timur Tengah," kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusron Wahid usai menghadiri pertemuan, Rabu malam.
Advertisement
Menurut dia, Prabowo secara khusus menyoroti konflik yang terjadi di Gaza, Palestina maupun serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.
Prabowo juga membeberkan dampak perang Iran terhadap Indonesia.
"Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis yang ada di sini, baik itu krisis pangan maupun krisis energi," ujar Nusron.
Selain itu, kata dia, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia masuk dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian serta kesepakatan tarif resiprokal (ART) dengan AS. Prabowo mengatakan perjanjian dagang tersebut sama-sama menguntungkan Indonesia dan AS.
"Semua udah dijelaskan sama Pak Presiden, yang intinya kebijakan itu adalah win-win solution. Karena Indonesia dianggap surplus 24 miliar US Dollar terhadap perdagangan dengan Amerika. Daripada kita kena tarif tinggi, kalau kita kena tarif tinggi 32 persen, berarti produk-produk Indonesia di Amerika lebih mahal 32 persen," tuturnya.
"Karena itu supaya produk-produk Indonesia kompetitif di Amerika, itulah menjadi latar belakang kenapa Indonesia menerima Reciprocal Trade tersebut," sambung Nusron.




