Hujan Masih Berlanjut, DIY Perpanjang Siaga Darurat Bencana hingga 19 April

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) berencana memperpanjang status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang seharusnya selesai 19 Maret mendatang menjadi 19 April.

Meski berdasarkan prediksi BMKG puncak musim hujan di Januari-Februari, tetapi hujan masih terus terjadi di bulan Maret ini.

"Kadang-kadang kalau muncul hujan yang lebat, agak ekstrem ataupun malah justru ada cuaca ekstremnya itu yang harus kita hadapi dengan kesiapsiagaan. Sehingga ini kemungkinan kami tetap mau memperpanjang siaga darurat walaupun trennya nanti akan melandai," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata dalam keterangannya, Jumat (6/3).

Musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada akhir April atau awal Mei.

"Setelah itu, saya kira sudah tidak perlu diperpanjang karena sudah kita sudah pasti bisa melihat itu mungkin sudah landai," katanya.

Petakan Wilayah Rawan Longsor

Sementara itu soal mitigasi bencana saat musim mudik, Ruruh mengatakan telah ada rapat lintas sektor pekan lalu.

"Karena kita tetap masih siaga darurat dan akan diperpanjang, tetap kabupaten juga membuat pos darurat untuk siaga potensi bencana hidrometeorologi dalam rangka arus mudik dan balik," katanya.

"Begitu pula di kami di provinsi juga tetap menjadi pos pendamping, bahkan kita tambah jumlah piketnya," jelasnya.

Yang kedua, karena terjadi banyak longsor dan pohon tumbang, pihaknya sedang berusaha ini untuk meng-overlay antara kawasan rawan longsor dengan jalur mudik.

"Cuma kita untuk jalur mudiknya belum ketemu ini, sedang kita tunggu untuk kita overlay dengan nanti kawasan rawan longsor dan banjir. Supaya kita bisa petakan mana-mana yang nanti apa potensi longsor dan banjirnya itu di titik-titik mana. Nah, nanti kita akan komunikasikan dengan kabupaten untuk juga melakukan kontrol monitoring terhadap titik-titik itu," katanya.

Wilayah rawan longsor di DIY menurut Ruruh di antaranya di Samigaluh dan Kokap di Kabupaten Kulon Progo. Kemudian wilayah Gedangsari di Kabupaten Gunungkidul.

Untuk pohon di pinggir jalan yang berpotensi roboh, Ruruh juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait termasuk penanggungjawab jalan nasional.

"Untuk melakukan pruning pada waktu itu supaya ya kita antisipasi bersama kalau supaya di nanti lebaran di arus mudik dan balik itu aman," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasar Tasik yang Tak Lagi Berisik Jelang Lebaran
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Rektor UII: Zakat Sangat Penting dan Harus Tetap Populer di Indonesia
• 31 menit lalurepublika.co.id
thumb
Daftar Negara Asal Impor Minyak Mentah RI, dari Malaysia hingga Gabon
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Dubes Iran: Hanya Medan Perang yang Akan Tentukan Siapa Kehabisan Amunisi
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.