JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) belum merencana untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Lebanon menyusul konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang berdampak terjadinya ketegangan di wilayah Timur Tengah.
“Mengenai evakuasi di Lebanon, kita ada 939 WNI tapi sebagian besar merupakan personel TNI UNIFIL. Dan sampai saat ini belum ada rencana untuk evakuasi,” kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah, dalam jumpa pers di kantor Kemenlu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, perwakilan Kemenlu terus memantau kondisi di lapangan, memperbarui rencana kontingensi, serta menyiapkan opsi evakuasi jika diperlukan.
Di sisi lain, Kemenlu mulai mengevakuasi bertahap terhadap WNI di Iran pada Jumat hari ini.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Pemerintah Evakuasi Bertahap WNI di Iran
Untuk tahap pertama, sebanyak 32 WNI akan dievakuasi.
“Terkait rencana evakuasi WNI di Iran, tentunya mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini,” ujar Heni.
Dia melaporkan bahwa tahap pertama evakuasi WNI di Iran bakal melalui jalur Azerbaijan.
Namun, jalur evakuasi selanjutnya masih akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan ditentukan oleh perwakilan RI di KBRI Teheran dan KBRI Baku, Azerbaijan.
Baca juga: KBRI Amman Tanggapi Unggahan Rombongan WNI Terjebak di Yordania, Sebut Sudah Beri Opsi Kepulangan
“Untuk rencana evakuasi selanjutnya akan diputuskan oleh Pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update dan aspek-aspek lainnya,” ujar dia.
“Termasuk assessment dari KBRI Teheran sebagai kantor perwakilan Kemlu yang memiliki kemampuan untuk memberikan assessment yang paling lengkap,” tambah dia.
KBRI Teheran juga akan terus menjalin komunikasi dan melakukan penjangkauan kepada WNI yang masih berada di wilayah Teheran, baik yang menetap maupun yang sedang berada di Iran.
KBRI akan tetap beroperasi untuk memberikan bantuan dan memenuhi kebutuhan WNI yang masih berada di negara tersebut.
Baca juga: Harapan agar Negara Cepat Evakuasi WNI dari Timur Tengah yang Masih Panas
Di sisi lain, Heni menyadari bahwa publik sangat ingin mengetahui detail dan perkembangan seluruh evakuasi bertahap ini.
“Namun juga diharapkan publik dapat memahami bahwa terdapat hal-hal di lapangan yang masih perlu banyak disesuaikan mengingat situasi di lapangan yang sangat dinamis,” ucap dia.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri serta memberikan ruang bagi seluruh tim yang terlibat untuk menjalankan tugasnya, termasuk KBRI Teheran sebagai garda terdepan dalam proses evakuasi ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F06%2F08%2F1b8a3797-c909-4db1-8cba-adece2423d15.jpg)