Dokter Tirta Ungkap Cara Berbuka Puasa yang Paling Tepat agar Lambung Tetap Sehat

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Banyak orang sering langsung menyantap makanan berat saat berbuka puasa. Padahal, kebiasaan tersebut ternyata tidak selalu baik bagi tubuh, terutama bagi kesehatan lambung. Menurut penjelasan dari Dokter Tirta, ada cara berbuka puasa yang lebih tepat agar tubuh bisa beradaptasi kembali setelah seharian tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman.

Saat berpuasa, tubuh berada dalam kondisi berbeda dibanding hari biasa. Sejak waktu fajar hingga Maghrib, lambung tidak menerima makanan atau minuman sama sekali. Kondisi ini membuat sistem pencernaan membutuhkan proses adaptasi ketika kembali menerima asupan.

Baca Juga :
Cara Mengantisipasi Lonjakan Pengeluaran Jelang Mudik dan Lebaran, Keuangan Tetap Aman Terkendali
Pesanan Dodol Betawi Melonjak 10 Kali Lipat Selama Ramadhan

Dokter Tirta menjelaskan bahwa kondisi lambung yang kosong cukup lama membuat asam lambung tetap aktif dan gas di dalam sistem pencernaan meningkat. Karena itu, jika seseorang langsung mengonsumsi makanan berat, apalagi yang mengandung santan atau lemak tinggi, maka lambung bisa bekerja terlalu keras.

“Kita tuh dari jam habis fajar sampai kita Magrib, lambung kita tuh nggak terisi apapun. Jadi bayangkan lambung kalian tuh kosong ya. Nah, karena lambung kosong asam lambung itu kan akan keluar juga. Jadi lambung kita tuh terisi gas. Usus kita terisi gas. Kalian bayangkan gas ini kan penuh. Terus kalian kasih santan yang merupakan sebenarnya lemak jenuh, otomatis lambung kalian tuh ibaratnya akan langsung bekerja ekstra,” jelas Dokter Tirta. 

“Nah, dan akan memunculkan risiko yang namanya dispepsia atau perut sebah yang berujung pada gerd dan bahkan bisa gastritis. Itulah disarankan kenapa ketika kalian berbuka jangan langsung makanan-makanan yang kompleks karbonya atau yang rantai lemaknya panjang,” tambahnya. 

Menurut Dokter Tirta, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan saat berbuka puasa adalah minum air putih terlebih dahulu. Hal ini membantu tubuh beradaptasi setelah berjam-jam mengalami dehidrasi.

Ia juga menyebutkan bahwa air putih dapat membantu menetralisir kondisi di dalam mulut yang biasanya menjadi penyebab bau mulut saat berpuasa.

Setelah minum air putih, langkah berikutnya adalah mengonsumsi makanan yang dapat memberikan energi secara cepat, seperti buah atau kurma. Hal ini karena tubuh berada dalam kondisi hipoglikemia setelah seharian tidak mendapatkan asupan gula.

Baca Juga :
Tips Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan, Ini Cara Mudah Menyelesaikan 30 Juz
Hati-hati dalam Bersikap, Ini 5 Perbuatan yang Bisa Menghilangkan Pahala Puasa Ramadhan
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat, Amalan Sunnah yang Melindungi dari Fitnah Dajjal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kolaborasi PLN dan Kemendag, Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging
• 3 jam laludisway.id
thumb
Kementan Siapkan Irigasi Pertanian untuk Hadapi El Nino
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menteri Bahlil Siapkan Satgas Khusus Percepat Konversi Motor Listrik, Target 6 Juta per Tahun
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Resep Masakan Daging Sapi Lada Hitam untuk Menu Sahur, Dijamin Mudah Dibuat!
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
PNS Makin Tidak Percaya Baznas, Minta Potongan Gaji Dihentikan
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.