BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Sepekan jelang masa mudik Lebaran 2026, perbaikan jalan nasional sepanjang 1.298 kilometer di Lampung dikebut. Hingga saat ini, 5.721 lubang yang tersebar di ruas jalan tersebut diklaim telah diperbaiki.
Kini, petugas juga masih memperbaiki sejumlah ruas Jalan Lintas Sumatera, jalan penghubung, dan ruas nonlintas yang rusak.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung M Ali Duhari mengatakan, panjang jalan nasional di Lampung mencapai 1.298 km yang terbagi dalam 65 ruas jalan. Dari hasil survei semester II tahun 2025, persentase kondisi kemantapan jalan nasional mencapai 92,32 persen.
Menjelang mudik lebaran tahun ini, pihaknya memacu perbaikan jalan nasional yang rusak sejak awal Februari 2026. Selain memperbaiki jalan, BPJN Lampung juga menerjunkan tim sapu lubang untuk memantau dan memperbaiki jalan-jalan berlubang.
Dari hasil pemantauan tim, hingga Jumat (6/3/2026) pagi, tercatat 7.174 lubang di sejumlah ruas jalan nasional. Dari jumlah itu, 5.721 titik sudah diperbaiki. Dalam beberapa hari ke depan, petugas bakal menutup 1.918 lubang lagi.
“Saat ini, (perbaikan jalan) sudah 79,75 persen. Jadi, masih ada petugas yang bekerja di lapangan,” kata Ali saat memaparkan kesiapan infrastruktur jalur Lebaran di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, pada Jumat, (6/3/2026).
Dia menambahkan, perbaikan jalan berlubang di tiga ruas jalan nasional di Lampung ditargetkan selesai H-10 Idul Fitri. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Saat ini, cuaca esktrem menjadi tantangan utama untuk mengejar target perbaikan jalan. Namun, Ali optimistis seluruh ruas jalan nasional siap dilalui saat arus mudik.
Terparah
Ali mengungkapkan, kerusakan terberat ditemui di jalan lintas tengah Sumatera. Lokasinya dari Lampung Tengah hingga Way Kanan hingga perbatasan dengan Sumatera Selatan.
Kemantapan jalan di ruas sepanjang 318,17 km itu sebesar 85,59 persen atau terendah dibandingkan ruas jalan yang lain.
Di ruas jalan Bukit Kemuning-Terbanggi Besar, misalnya, ada 1.079 lubang. Saat ini, baru 992 lubang yang ditutup.
Ruas jalan itu merupakan salah satu jalur mudik utama di Lampung. Jalan menghubungkan Lampung Utara dengan Lampung Tengah.
Sejauh ini, perbaikan dilakukan membongkar jalan-jalan berlubang dengan mesin bor. Aspal jalan yang mulai mengelupas pun dibersihkan lalu ditambal dengan aspal baru. Setiap hari, ada belasan hingga puluhan km jalan yang diperbaiki.
Tak hanya menutup lubang di jalanan, BPJN Lampung juga memetakan titik rawan banjir dan longsor di ruas jalan nasional. Dari pemetaan tim, terdapat 39 titik rawan longsor dan 5 titik rawan banjir di ruas jalan nasional di Lampung.
Titik rawan longsor terbanyak berada di Jalan Lintas Barat Sumatera yang membentang sepanjang 333,57 km, mulai dari Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, hingga Lampung Barat. Di ruas itu, ada 34 titik rawan longsor.
Sementara itu, titik rawan banjir berada di Lampung Tengah, Pringsewu, dan Kota Bandar Lampung. Banjir rawan melimpas ke badan jalan nasional.
Untuk mengantisipasi berbagai gangguan selama masa mudik Lebaran, BPJN Lampung mengoptimalkan pemeliharan rutin berupa pembersihan drainase dan perawatan tanaman di sekitar ruas jalan nasional.
Selain itu, pihaknya memasang sandbag atau kantong pasir hingga bronjong dan dinding penahan tanah.
Petugas juga memasang rambu peringatan rawan longsor serta pembatasan tonase kendaraan. Seain itu, BPJN Lampung juga menyiapkan alat berat serta menyiagakan tim pengawas lapangan dan tim reaksi cepat. Semua demi kelancaran penanganan di lapangan saat terjadi kondisi darurat.
Selain jalan nasional, upaya perbaikan jalan juga dilakukan di ruas jalan provinsi. Selama sepekan terakhir, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal aktif meninjau ruas jalan yang akan segera diperbaiki.
Salah satunya, ruas jalan Gedong Aji-Umbul Mesir. Jalan ini berada di Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang.
Menurut Mirza, penanganan ruas jalan tersebut telah masuk perencanaan Pemerintah Provinsi Lampung sejak 2025. Program tersebut memang diproyeksikan untuk dilaksanakan tahun ini.
Pada tahap awal, Pemprov Lampung fokus perbaikan 13,5 km, khususnya di Kecamatan Rawa Pitu, sebagai bagian dari total panjang ruas sekitar 31 km.
“Perencanaannya sudah masuk sejak tahun lalu. Sekarang, kita percepat pelaksanaannya agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” kata Mirza. Ia sendiri sudah meninjau langsung kondisi ruas jalan pada Selasa (3/3/2026).
Saat ini, proyek perbaikan jalan Gedong Aji–Umbul Mesir sudah memasuki proses tender. Pemprov Lampung bahkan mendorong percepatan jadwal agar pengerjaan dapat dimulai dalam waktu dekat.
Perbaikan jalan provinsi di Lampung nantinya dilakukan bertahap. Tidak hanya di ruas jalan Gedong Aji-Umbul Mesir, perbaikan juga akan dilakukan di ruas jalan lain yang rusak.





