Gunung Semeru Kembali Menggeliat, 5 Kali Erupsi Sore hingga Malam Ini

rctiplus.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu (8/3/2026). 

Dalam kurun waktu enam jam sejak sore hingga malam hari, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami lima kali erupsi beruntun.

Berdasarkan laporan dari PVMBG, rangkaian erupsi ini dimulai pada pukul 14.22 WIB. Meski visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut, getaran erupsi terekam jelas pada seismograf.

Lima erupsi tersebut masing-masing terjadi pada pukul 14.22 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 107 detik. Kemudian pada pukul 16.03 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 113 detik.

Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 18.33 WIB, namun visual letusan tidak teramati meski durasi erupsi dilaporkan berlangsung cukup lama.

 

Pada pukul 19.19 WIB, erupsi kembali terjadi dan masih berlangsung saat laporan dibuat.

Erupsi terbaru tercatat pada pukul 19.40 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara sekitar 1 menit 50 detik.

“Gunung Semeru erupsi pada pukul 19.40 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ± 1 menit 50 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” tulis PVMBG pada Minggu (8/3/2026).

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

 

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hashim Ungkap 27 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Aksi Kekerasan di Timur Tengah
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bobby Nasution Ungkap Progres Stadion Teladan untuk Gelar Piala AFF U-19
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Lonjakan Harga Minyak Bisa Dorong Defisit APBN Mendekati 4 Persen
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mengenal 8 Program Asta Karya untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.