Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Mojtaba Khamenei, putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, menurut laporan media pemerintah.

Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru. (Foto: AP Photo)

IDXChannel - Mojtaba Khamenei, putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, menurut laporan media pemerintah.

Dia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya, Ayotollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Baca Juga:
Iran Bentuk Pemerintahan Transisi usai Khamenei Gugur

Ibu, istri, dan salah satu saudara perempuan ulama garis keras berusia 56 tahun itu juga tewas dalam serangan tersebut. tetapi Mojtaba Khamenei dilaporkan tidak hadir dan sejauh ini selamat dari pemboman hebat di Iran.

Majelis Pakar Iran, badan ulama beranggotakan 88 orang yang memilih pemimpin tertinggi negara, telah menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan dan berjanji mendukung Mojtaba Khamenei.

Baca Juga:
Mojtaba Khamenei Jadi Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Dalam pernyataan yang diedarkan di media pemerintah pada Minggu (8/3/2026) waktu setempat, majelis tersebut mengatakan bahwa Khamenei dipilih berdasarkan pemungutan suara yang menentukan.

Mereka mendesak semua rakyat Iran, "terutama para elit dan intelektual seminari dan universitas untuk berjanji setia kepada kepemimpinan dan menjaga persatuan," seperti dikutip dari Aljazeera, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga:
Iran Konfirmasi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Tewas usai Serangan AS dan Israel

Mojtaba Khamenei tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum, tetapi selama beberapa dekade terakhir telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam pemimpin tertinggi sebelumnya, serta membina hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) paramiliter.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mojtaba Khamenei semakin disebut-sebut sebagai calon pengganti utama ayahnya, yang menjabat sebagai presiden selama hampir delapan tahun dan kemudian memegang kekuasaan absolut selama 36 tahun, sebelum tewas dalam serangan terhadap kompleks kediamannya di Teheran pada Sabtu, 28 Februari.

Baca Juga:
Prabowo Sampaikan Surat Dukacita Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Meski begitu, Mojtaba Khamenei tidak pernah membahas masalah suksesi secara terbuka, sebuah topik yang sensitif, mengingat bahwa kenaikannya ke posisi pemimpin tertinggi secara efektif akan menciptakan dinasti yang mengingatkan pada monarki Pahlavi sebelum revolusi Islam 1979.

Sebaliknya, Khamenei sebagian besar tetap bersikap rendah hati, tidak memberikan kuliah umum, khutbah Jumat, atau pidato politik – sampai-sampai banyak warga Iran belum pernah mendengar suaranya, meskipun selama bertahun-tahun mereka tahu bahwa ia adalah bintang yang sedang naik daun di dalam rezim teokratis.

Di sisi lain, kenaikan Khamenei muda merupakan tanda yang jelas bahwa faksi-faksi yang lebih garis keras dalam pemerintahan Iran mempertahankan kekuasaan, dan dapat mengindikasikan bahwa pemerintah tidak memiliki keinginan untuk menyetujui kesepakatan atau negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Warga Periuk Damai Diterjang Banjir, Air Datang Tiba-tiba Saat Sahur
• 26 menit lalukompas.com
thumb
Nabilah O’Brien: Saya Hancur Saat Ditetapkan Tersangka, Sedih, Bingung
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ratusan Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya Dapat Bantuan Sosial dari Pemerintah
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Raymond/Joaquin Bawa Pulang Rp343 juta dari All England 2026, Bagaimana dengan Pemain Indonesia Lainnya? Ini Daftar Hadiahnya
• 5 jam laluharianfajar
thumb
KPK Yakin Hakim Tolak Praperadilan Yaqut di Kasus Kuota Haji, Putusan Digelar Besok
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.