Bisnis.com, JAKARTA - Pelemahan indeks harga saham gabungan hingga tembus 4% pada perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026) dinilai lebih kepada pengelolaan risiko akibat tekanan geopolitik yang memacu harga minyak naik tinggi.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pelemahan IHSG hari ini terutama dipengaruhi sentimen lanjutan dari perang Iran Vs Amerika Serikat (AS)-Israel. Pertempuran jarak jauh dengan mengandalkan roket dan pesawat nirawak berhulu ledak mendorong investor global bersikap risk off atau mengurangi aset-aset berisiko. Dana ini kemudian dibawa ke aset aman (safe haven).
“Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif dari perang AS dengan Iran yang mendorong investor global mengurangi risk appetite dan beralih ke aset safe haven,” ujar Nafan dikutip dari Antara.
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI pukul 11.05 WIB telah naik 26,79% menjadi US$115,25 per barel. Sementara, minyak brent melonjak 24,95% menjadi US$115,82 per barel.
Lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi di tingkat global, sehingga berpotensi menyebabkan suku bunga global bertahan di level tinggi dalam waktu yang lama. Selain itu, lonjakan harga minyak dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi
Sementara itu, dari dalam negeri, Nafan mengatakan bahwa Fitch Ratings yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari “stable” menjadi “negative”, telah menimbulkan kekhawatiran investor terkait arah kebijakan fiskal dan stabilitas makro dari pemerintah.
Baca Juga
- Investor Ramai-Ramai Tarik Dana, BlackRock Batasi Pencairan HLEND
- Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Maret 2026
- Pasar Saham Negara Berkembang Tertekan, MSCI Emerging Markets Turun Lebih dari 10%
Dengan berbagai kombinasi sentimen tersebut, Nafan merekomendasikan pelaku pasar untuk selektif dalam mengalokasikan investasinya, dengan fokus terhadap saham-saham berfundamental solid namun tetap memperhatikan manajemen risiko secara disiplin.
“Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin,” ujar Nafan.
Sementara itu, IHSG tercatat melemah 307,52 poin atau 4,05 persen ke posisi 7.278,16, sejalan dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Data perdagangan sesi I pada Senin (9/3) pukul 11.20 WIB mengurangi pelemahan menjadi 3,33% ke level 7.332. Sedangkan pada pukul 10.17 WIB, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 3.880,30 poin atau 6,98% ke 51.7401,00, indeks Shanghai melemah 48,18 poin atau 1,17% ke 4.076,35, indeks Hang Seng melemah 680,15 poin atau 2,64% ke 25.077,98, dan indeks Straits Times melemah 129,75 poin atau 2,68% ke 4.718,98.





