Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan dampak kondisi global yang menurutnya sedang “tidak baik-baik saja”. Perang yang terjadi dapat mempengaruhi perekonomian sehingga perlu diwaspadai.
Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam agenda buka bersama di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Senin (9/3). Hadir pula Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla.
Ia mencontohkan, salah satu dampak yang mulai terasa adalah kenaikan harga minyak dunia. Menurut dia, konflik yang masih berlangsung berpotensi memperpanjang tekanan terhadap ekonomi global.
“Hari ini harga minyak dunia mengalami kenaikan yang tinggi sekali. Kemudian juga pasti dengan perang yang terjadi sekarang ini, kita akan melalui masa-masa yang harus kita rawat bersama-sama,” ujar Pramono.
Pramono mengingatkan, jika konflik berlangsung lama, dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor, termasuk rantai pasok global.
“Kalau perangnya lama, pasti pengaruhnya besar. Supply chain-nya akan mengalami perubahan yang signifikan,” kata dia.
Perubahan tersebut, lanjut Pramono, dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa serta mendorong pelemahan nilai tukar, yang pada akhirnya memberi tekanan pada anggaran negara.
“Pasti akan mengakibatkan (harga) barang dan jasa juga akan naik. Kursnya juga pasti akan naik. Dan ini akan memberikan tekanan kepada APBN kita,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat dan unsur Forkopimda menjaga kekompakan dalam menghadapi situasi global tersebut.
“Maka untuk itu kebersamaan, gotong royong, saling mempercayai, itu termasuk menjadi kata kunci bagaimana kita sebagai bangsa besar menghadapi ini,” ucapnya.





