Bisnis.com, JAKARTA - Malam Lailatul Qadar sangat ditunggu umat Muslim karena niscaya ketika beribadah saat malam itu akan diampuni dosanya yang telah lalu. Malam Lailatul qadar juga seringkali disebut dengan malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Datangnya malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi oleh manusia. Mengutip NU Online, sejatinya Allah merahasiakan kapan malam Lailatul Qadar hadir.
Kehadirannya yang tak ditetapkan ini membuat umat muslim harus mencari malam pada hari-hari akhir Ramadan.
Rasulullah pun mengingatkan umatnya untuk mencari malam Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir Ramadan, seperti yang tertulis di dalam kitabnya At-Tanbih.
“Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”
Dalam kitab tersebut juga terdapat doa yang dilakukan saat turunnya malam Lailatul Qadar. Doa tersebut juga dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mendapat syafaat dari Allah SWT.
Baca Juga
- Jadwal Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadan 2026 untuk Dapat Lailatul Qadar
- Kapan Lailatul Qadar Terjadi? Ini Tanda, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
- Kenali Tanda dan Makna Malam Lailatul Qadar
Nabi Muhammad SAW meminta umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam Lailatul Qadar.
‘Aisyah mengatakan, “Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari).
Di antara amalan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak baca doa:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’
Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”
Dianjurkan juga memperbanyak baca Al-Qur’an, zikir, doa sapu jagat, dan doa-doa yang bermanfaat untuk umat Islam.
Seperti dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan:
“Siapa yang mendirikan (memperbanyak ibadah) pada malam lailatul qadar atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka dosanya diampuni, baik yang berlalu maupun yang akan datang”.




