Minum Air Saja Nggak Cukup, Batasi Garam dan Gula Saat Buka demi Kesehatan Ginjal

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu organ yang bekerja ekstra keras selama masa puasa adalah ginjal. Sebagai sistem penyaringan utama tubuh, ginjal bertugas membuang limbah dan racun dari darah. Namun, tanpa asupan cairan yang tepat dalam jendela waktu berbuka hingga sahur, ginjal berisiko mengalami tekanan akibat dehidrasi.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi dan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Andhika Rachman Sp.PD-KHOM, menjelaskan betapa sederhananya menjaga kesehatan organ ini jika kita disiplin. Menurutnya, hidrasi adalah kunci utama yang tidak boleh ditawar.

Baca Juga
  • Ini Cara Mengatur Minum Agar Ginjal Tetap Sehat Selama Puasa
  • Profil Penyanyi Vidi Aldiano: Wafat di Usia 35 Tahun Usai Melawan Kanker Ginjal
  • Artis Kanada Balikin Penghargaan Setelah Pidatonya tentang Palestina Dipotong

“Saat puasa, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya tidak sulit. Beberapa hal penting yang bisa dilakukan adalah cukup minum air saat berbuka hingga sahur, sekitar 6 sampai 8 gelas agar tubuh tidak mengalami dehidrasi,” kata Andhika pada Senin (9/3/2026).

Angka gelas itu dibutuhkan agar ginjal tetap mampu melarutkan racun dan mengeluarkannya melalui urine tanpa harus bekerja terlalu berat di tengah kondisi tubuh yang berpuasa selama lebih dari 12 jam. Ketika tubuh kekurangan cairan secara signifikan, risiko terjadinya pengendapan mineral atau kerusakan jaringan ginjal meningkat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dokter Andhika mengatakan, mencukupi cairan harian meski di bulan puasa secara langsung membantu ginjal menjalankan fungsi utamanya untuk menyaring limbah dan racun dari darah. Dengan membagi asupan 6 sampai 8 gelas air putih mulai dari waktu berbuka, malam hari, hingga saat sahur, beban kerja ginjal akan terdistribusi dengan baik, sehingga tubuh terhindar dari kondisi dehidrasi kronis yang dapat mengganggu keseimbangan elektrolit.

Namun, menjaga ginjal dinilai tidak hanya berhenti pada urusan air putih. Pola makan saat berbuka dan sahur memegang peranan krusial dalam menentukan masa depan kesehatan ginjal kita. Dia menyarankan agar masyarakat mulai membatasi konsumsi makanan yang terlalu asin dan menghindari asupan gula yang berlebihan. Hal ini sangat beralasan, mengingat natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, sementara gula berlebih memicu obesitas serta diabetes. Dua kondisi tersebut merupakan "pintu masuk" utama bagi kerusakan ginjal permanen dan kanker ginjal.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Menguat ke Level Rp 16.892 per Dolar AS
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pelatih Timnas Irak Desak FIFA Tunda Laga Play-off Piala Dunia
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penumpang Pelabuhan KTI Naik 5 Persen
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Polisi: Pelecehan Seksual Eks Pelatih Panjat Tebing Terjadi 2021-2O25
• 26 menit lalukumparan.com
thumb
AS Mulai Kewalahan Lawan Iran, Pakar Rusia Ungkap Blunder Trump
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.