Ditendang Trump, Nasib Pemasok Senjata Canggih AS Memprihatinkan

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bergabung dengan sekelompok pendeta dalam doa bersama di Ruang Oval Gedung Putih, seperti terlihat dalam video yang dirilis pada Kamis (5/3/2026). (Tangkapan Layar Video Reuters/DAN SCAVINO/@SCAVINO47 VIA X)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masuknya Anthropic ke dalam daftar hitam pemerintahan Amerika Serikat (AS) berdampak besar. Setidaknya perusahaan AI bisa kehilangan pendapatan tahun ini hingga miliaran dolar.

Bahkan CFO Krishna RAO mengatakan hukuman presiden Donald Trump diberlakukan perusahaannya tidak bisa mengembalikan keadaan.


"Di seluruh bisnis Anthropic, dan mempertimbangkan sebesar besar kemungkinan tiap pelanggan melakukan pembacaan maksimal, tindakan pemerintah dapat mengurangi pendapatan Anthropic tahun 2026 hingga miliaran dolar," kata Rao dalam pengajuan pengadilan perusahaan untuk mencegah perusahaan masuk dalam daftar hitam, dikutip dari Reuters, Selasa (10/3/2026).

Pilihan Redaksi
  • Taktik Licik Trump agar Seluruh Dunia Tunduk ke Amerika
  • Pemasok Senjata Perang Amerika di Iran Mendadak Balik Serang Trump
  • Perusahaan Ini Diuntungkan Gara-gara Perang Brutal di Iran

Ratusan juta yang hilang itu berasal dari pekerjaan yang dilakukan untuk Departmen Pertahanan. Selain itu juga bisa kehilangan 50% hingga 100% pendapatan dari kontraktor pertahanan dan pihak lain yang bergantung pada departemen tersebut.

Diperkirakan kerugian langsung lebih dari US$150 juta (Rp 2,5 triliun) dari pendapatan terkait kontrak Departemen Pertahanan, yang ada maupun diharapkan. Menurut kepala sektor publik Thiyagu Ramasamy, reputasi Anthropic bisa hancur karena kebijakan tersebut.

"Penetapan tersebut juga mencemarkan integritas dan reputasi Anthropic sebagai mitra terpercaya, yang memiliki dampak nyata namun tidak bisa dihitung pada penjualan kepada pelanggan non-pemerintah," jelasnya.

Sejumlah negosiasi yang terjadi juga akhirnya terganggu karena masalah ini. Nilai rencana kerja sama di bidang keuangan itu mencapai total US$180 juta (Rp 3 triliun).

Salah satunya kontrak US$15 juta (Rp 252,9 miliar) telah dihentikan. Sementara satu pelanggan fintech telah mengurangi kontrak dari US$10 juta (Rp 168,6 miliar) menjadi US$5 juta (Rp 84,3 miliar) karena situasi dengan Pentagon.

Lebih dari 100 pelanggan perusahaan juga terus memberikan pertanyaan, sebab mereka takut, bingung dan ragu apabila bekerja sama dengan Anthropic.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Nyerah, China Siap Borong Chip Amerika

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan Minta TNI Beri Penjelasan soal Telegram Instruksi Status Siaga 1
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Bahlil Kebut Mandatori Campuran Etanol ke BBM Imbas Meroketnya Harga Minyak Dunia
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Selesai Diperiksa KPK, Japto: Tanya Penyidik, Saya Hanya Penuhi Tanggung Jawab
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Banyak Bayi Tak Diinginkan Dibuang, Tak Sekadar Dipicu Kemiskinan...
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.