PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan politik, melainkan amanah untuk menegakkan keadilan dan melindungi rakyat. Hal itu disampaikan saat memberikan amanat pada peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan di Istana Negara, Selasa (10/3).
Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan, kepemimpinan merupakan bagian dari takdir yang mengandung tanggung jawab besar. Kekuasaan, kata dia, bukan tujuan, melainkan sarana untuk memperjuangkan nilai-nilai yang benar.
"Semakin saya sadar bahwa kepimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber daripada Yang Maha Kuasa dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan," kata Prabowo.
Baca juga : 250 Tamu Undangan Hadiri Nuzulul Quran di Istana Negara
Menurutnya, kekuasaan juga merupakan tugas untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan memastikan keadilan dirasakan seluruh masyarakat.
Prabowo menilai peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Peringatan Nuzulul Quran kali ini, saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Quran itu tersebut," kata dia.
Baca juga : Prabowo Diprediksi Jadi Pemimpin Dunia Berpengaruh Versi The Straits Times, Begini Penjelasan Tim Media Presiden
Ia juga menilai pesan-pesan yang disampaikan dalam ceramah pada acara tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat luas.
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para ulama dan tokoh masyarakat yang terus memberikan nasihat serta pengingat bagi para pemimpin.
"Saya bersyukur, saya berterima kasih pada malam yang baik ini. Saya terus diberi pelajaran, diberi peringatan, diberi tambahan semangat," pungkas Prabowo. (Mir/P-3)





