Ini Penjelasan Panglima TNI Soal Penerapan Siaga 1 di Indonesia

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah mengeluarkan telegram siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI. Siaga 1 diterapkan seiring dengan adanya konflik di kawasan Timur Tengah.

Namun, di Istana Negara, Agus menjelaskan bahwa Siaga 1 merupakan istilah biasa di militer. Panglima TNI telah memberlakukan Siaga 1 di satuan-satuan, seperti Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, setiap Kodam, satu batalyon Siaga I apabila di wilayahnya terdapat bencana alam. 

Kemudian, pada beberapa waktu lalu, Panglima TNI telah mengeluarkan telegram Siaga 1 yang tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026. Surat ini juga telah ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Penerapan Siaga 1 dikeluarkan di tengah terjadinya konflik di Timur Tengah, perang antara Iran dengan AS-Israel.

"Kita menguji kesiapsiagaan personel dan materil. Jadi hal yang biasa. Itu hal biasa lah Siaga I itu," kata Agus di Istana Negara pada Selasa (10/3/2026).

Baca Juga : Puan Minta TNI Beri Penjelasan soal Telegram Instruksi Status Siaga 1

Seiring dengan penerapan Siaga 1 oleh Panglima TNI, banyak personel TNI dengan kendaraan taktis beroperasi di sekitaran Monumen Nasional (Monas). Agus menjelaskan bahwa hal itu hanya untuk menguji kesiapsiagaan personel dengan materilnya.

"Itu kan dari wilayah-wilayah itu ke Jakarta berapa menit, kita hitung. Kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan," ujar Agus.

Agus juga menjelaskan bahwa personel dan kendaraan taktis telah dikembalikan ke tiap-tiap satuannya.

Sebelumnya, Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan bahwa TNI mengemban amanat untuk melindungi bangsa dari ancaman yang mengganggu keutuhan negara. 

"Perlu saya sampaikan bahwa sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara," ujar Aulia saat dihubungi, Sabtu (7/3/2026).

Dia menambahkan, prajurit senantiasa bertugas secara profesional dan responsif untuk mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional. 

"Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan Apel pengecekan kesiapan secara rutin," pungkasnya.

Penerapan Siaga 1 di TNI sendiri menimbulkan berbagai pertanyaan, salah satunya muncul dari anggota DPR. Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, isu yang berkaitan dengan kesiapsiagaan militer sering kali sensitif dan mudah menimbulkan spekulasi jika tidak dijelaskan dengan baik. Terlebih lagi, kata dia, ada perbedaan pernyataan di tubuh militer itu sendiri soal Siaga 1. 

Menurut dia, status siaga di lingkungan TNI pada dasarnya merupakan mekanisme standar kesiapan prajurit, yang dapat diberlakukan untuk berbagai kepentingan, baik latihan maupun antisipasi terhadap kemungkinan penugasan.

Sebagai purnawirawan perwira tinggi militer, dia menjelaskan bahwa TNI mengenal tiga tingkat kesiapan, yaitu Siaga 3, Siaga 2, dan Siaga 1. 

Dia menjelaskan, Siaga 3 merupakan kondisi yang masih relatif normal. Dalam kondisi ini kegiatan satuan berjalan seperti biasa tanpa adanya konsentrasi pasukan secara khusus. 

Sementara itu, menurut dia, Siaga 2 menunjukkan tingkat kesiapan yang lebih tinggi. Biasanya sebagian kekuatan sudah dalam kondisi stand by, sedangkan sebagian lainnya tetap menjalankan kegiatan rutin. 

Kemudian, dia menjelaskan bahwa status Siaga 1 merupakan tingkat kesiapan tertinggi. Pada kondisi ini seluruh pasukan telah berkonsentrasi, alutsista sudah disiapkan, serta logistik perorangan telah dipersiapkan. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Kecelakaan, Kapolda DIY Jaga Ketat Jalan Rusak Saat Arus Mudik Lebaran 2026
• 3 menit lalurepublika.co.id
thumb
Fit and Proper Test OJK: Hasan Fauzi Nilai Demutualisasi Kunci Modernisasi BEI
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Dokter Waluyo Beri Saran Penting Bagi Pemudik, Jangan Anggap Remeh
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
KPK Pastikan Wabup Rejang Lebong Hendri Bukan Tersangka Kasus OTT Suap Proyek
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi IRT Curi Perhiasan Rp 300 Juta Milik Sahabat Sendiri, Berawal dari Terlilit Pinjol sampai Nekat Masuk Rumah Pakai Kunci Duplikat
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.