Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan atau OTT terhadap kepala daerah. Kali ini, KPK menjari Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wabup Rejang Lebong Hendri Praja.
Pada awal OTT, KPK menjelaskan bahwa penangkapan Fikri Thobari dan Hendri Praja terkait dugaan suap proyek di Pemkab Rejang Lebong. OTT ini menjadi yang kedua di bulan Ramadan 2026. Berikut sejumlah hal yang diketahui dari OTT Bupati dan Wabup Rejang Lebong:
1. Bupati Rejang Lebong Kena OTT
KPK melancarkan OTT kepada Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari pada Senin (9/3). Menyusul kemudian, KPK turut menciduk Wabup Rejang Lebong Hendri Praja.
"Benar, Bupati Rejang Lebong," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, dilansir Antara, Selasa (10/3).
Sebelumnya, KPK mulai melakukan OTT pertama di 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026. Penangkapan ini mengenai dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.
2. Dugaan Kasus Suap Proyek di Pemkab
KPK menyebut OTT ini terkait kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong. Ada 13 orang yang diamankan KPK dalam OTT yang digelar pada Senin (9/3). Mereka sempat diperiksa di polres setempat.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, diduga terkait dengan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Selanjutnya Budi menyebut sebagian di antaranya dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Bahwa dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut yang dilakukan oleh tim KPK pada tanggal 9 Maret 2026 hari Senin kemarin, tim mengamankan sejumlah 13 orang yang kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polres Kepahyang dan juga di Polresta Bengkulu," jelas dia.
3. Wabup Rejang Lebong Ikut Dibawa KPK
Selain bupati, KPK juga mengamankan Wabup Rejang Lebong Hendri Praja. Dari 9 orang dibawa ke gedung KPK di Jakarta, terdapat nama Hendri Praja.
"Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pagi ini, satu bupati, kemudian wakil bupati, dan juga, tiga orang lainnya dari ASN di wilayah Pemkab Rejang Lebong. Kemudian, empat orang lainnya adalah pihak swasta," kata Budi.
(rfs/rfs)




