BERSATHU Tegaskan Keselamatan Jemaah Terjamin Meski Pemerintah Imbau Tunda Umrah

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah pada 1 Maret 2026 lalu mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan umrah menyusul dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) menegaskan, keselamatan jemaah merupakan pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan jemaah dapat kembali dengan aman,” ujar Dahnil.

Merespons hal itu, Muhammad Farid Aljawi Ketua DPP Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (BERSATHU) mengaku menyayangkan imbauan yang disampaikan Kemenhaj.

“Betul, imbauan ini kita sudah dikoordinasikan dan sampaikan kepada pemerintah ya. Sangat disayangkan ini juga mengganggu apa namanya kaitannya informasi yang memang kurang pas sehingga beberapa yang sudah kami rencanakan. Sehingga beberapa yang sudah kami rencanakan, jemaah minta membatalkan. Padahal saat ini pun tetap masih berjalan dan berangsur-angsur normal begitu,” terang Farid ketika on air di program Wawasan Radio Suara Surabaya, Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA: Pemerintah Imbau Tunda Keberangkatan Umrah, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas

Farid juga menekankan bahwa hukum internasional melindungi warga sipil dan wisatawan, termasuk penerbangan sipil, meskipun berada di negara yang sedang konflik.

“Negara tidak boleh menargetkan pesawat sipil. Kami juga pernah berkunjung ke negara konflik sebagai turis, dan keselamatan tetap dijamin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Arab Saudi sendiri telah menegaskan bahwa fasilitas dan akomodasi yang telah dipesan tetap tidak dapat di-refund atau dijadwal ulang. Di sisi lain, sejumlah maskapai telah mengatur opsi untuk memfasilitasi kepulangan jemaah.

Beberapa travel menanggung biaya akomodasi, sementara sebagian lainnya diatur oleh maskapai untuk memastikan jemaah kembali ke Indonesia dengan aman.

Farid menyubut, per 1 Maret 2026 terdapat sekitar 58.000 jemaah Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi. Jumlah calon jemaah yang direncanakan berangkat melalui 3.800 travel mencapai 68.000 orang.

Farid menekankan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan pandemi Covid-19 karena Arab Saudi tetap membuka perbatasan dan menjamin keamanan jemaah.

“Saudi Arabia memberikan pernyataan resmi kepada seluruh negara bahwa kondisi aman dan keamanan bagi jemaah terjamin. Hanya akses penerbangan yang terbatas,” ujar Farid.

Farid menambahkan, sejumlah maskapai yang masih melayani rute ke Tanah Air termasuk Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Hainan Airlines, dan Etihad Airways.

Proses kepulangan jemaah berlangsung bertahap. Farid menyebut bahwa meskipun penerbangan kembali dibuka, jumlahnya masih terbatas sehingga menyebabkan penumpukan calon jemaah dan jemaah yang ingin pulang.

Pemerintah tetap mengedepankan koordinasi intensif agar seluruh warga negara yang menunaikan umrah dapat kembali dengan selamat.

“Kami belum punya data yang pasti. Yang jelas saat ini masih banyak warga negara Indonesia yang akan pulang ke Indonesia, namun mereka tertahan dengan menggunakan airlines-airlines yang tadi kami sebutkan begitu,” ujarnya. (saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 kepada 1,7 Juta Warga Sumut
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Menpan RB: Pemda Sudah Hitung Anggaran Saat Ajukan Formasi
• 23 jam lalukompas.id
thumb
3 Fakta Menarik Duel Bhayangkara FC Vs Arema FC di BRI Super League, Paul Munster: Tak Mudah Kalahkan 9 Pemain Singo Edan
• 13 jam lalubola.com
thumb
Menhan Banyak Urusan, Gian Kasogi: Isu Keamanan Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029
• 26 menit lalusuara.com
thumb
Mahasiswa Kecewa dengan Respons Dedi Mulyadi soal Banjir Bekasi, Singgung Konten Instagram
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.