Pemerintah Prediksi Lonjakan Pemudik 2026 hingga 155 Juta Orang

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengungkapkan potensi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran 2026 hingga 155 juta orang. Ia mengingatkan pergerakan pemudik secara bersamaan dalam waktu yang sama dapat menimbulkan beban sangat besar pada sistem transportasi.

"Tetapi dari tahun ke tahun, kenyataannya, dalam praktiknya lebih tinggi dari survei. Jadi sekitar sepuluhan persen lebih tinggi. Artinya, sudah menjadi 155-an juta manusia bergerak ya. Nah, makanya, kalau itu bergerak di waktu yang sama, ini sangat berat," kata Pratikno dalam konferensi pers di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Stasiun hingga Pelabuhan Ini Bakal Paling Padat Saat Mudik Lebaran 2026

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurai kepadatan arus mudik. Sejumlah langkah antara lain pemberian insentif dan diskon transportasi, pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup, serta penyebaran informasi kepada masyarakat agar perjalanan mudik tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu.

"Oleh karena itu, kita dengan berbagai macam kebijakan, insentif, diskon, kemudian buka tutup, informasi kepada masyarakat, ini kita lakukan bersama-sama Kemenhub dan kemudian kepolisian. Harapannya, distribusi pemudik ini terjadi ya, tidak menumpuk di satu waktu tertentu," ujarnya.

Selain mengantisipasi lonjakan mobilitas, pemerintah juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi basah selama periode mudik. Berdasarkan informasi dari BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan dengan kategori sedang hingga tinggi.

"Tetapi kita juga harus waspada antisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategorinya menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia," ujar Pratikno.

Ia mencontohkan kondisi cuaca yang saat ini masih dipengaruhi bibit siklon di sejumlah wilayah, mulai dari Pantai Selatan hingga Sulawesi dan Papua, yang menyebabkan intensitas hujan cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan karena periode mudik tahun ini berpotensi berlangsung dalam situasi cuaca yang masih didominasi hujan.

"Jadi tadi itu bisa dilihat mulai dari yang rendah sampai dengan yang tinggi, seperti kita alami sekarang ini di Pantai Selatan sampai ke Sulawesi sampai Papua masih kita beberapa hari terkena bibit siklon sehingga curah hujannya cukup tinggi. Jadi ini yang salah satu yang terus kita antisipasi sehingga periode mudik ini juga berpotensi dalam suasana cuaca yang masih hujan," ucapnya.

Baca juga: Rapat Bareng Komisi III DPR, Kabaharkam Beber Operasi Ketupat 2026

Pratikno meminta seluruh pihak terkait terus bersiaga baik Kementerian Koordinator Infrastruktur untuk mengawal potensi kerusakan infrastruktur, sementara Kepolisian bertugas mengatur kelancaran lalu lintas., hingga BMKG juga diminta tetap memantau perkembangan cuaca.

"Oleh karena itu, kami harapkan tadi Pak Menko Infra mengawal kemungkinan kerusakan infrastruktur, kemudian Kepolisian juga mengatur lalu lintas. Nanti BMKG juga standby, Basarnas juga standby, dan juga partisipasi dari para pemda," ujarnya.




(eva/gbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ombudsman Digeledah, Benarkah Komisionernya Kebal Hukum?
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Sekjen Golkar Beri Masukan ke Purbaya Antisipasi Dampak Perang Iran
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar Pemain Drakor Boyfriend on Demand yang Diperankan Jisoo BLACKPINK
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kasus Campak di Kota Bandung Awal 2026: Suspek 194 Orang, Positif 28 Orang
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Pangdam Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Tiga, Pernah Jadi Ajudan Jokowi
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.