Penulis: Ain
TVRINews – Kota Banjarmasin
Pada era digital saat ini, penggunaan media sosial semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak bahkan sudah mengenal berbagai platform digital sejak usia dini, padahal ruang digital tidak selalu aman dan berpotensi menghadirkan berbagai ancaman bagi penggunanya.
Tanpa pengawasan yang memadai, anak-anak berisiko terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia hingga mengalami cyberbullying atau perundungan di dunia maya.
Penggunaan media sosial juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari perkembangan emosional, kemampuan berkomunikasi, hingga potensi kecanduan terhadap gawai.
Psikolog Ceria Hermina menilai anak-anak merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap dampak negatif media sosial karena hampir seluruh jenis konten tersedia secara bebas di platform digital. Tanpa disadari, berbagai hal yang dilihat anak di dunia maya dapat menjadi contoh perilaku yang kemudian ditiru.
“Meski membawa dampak positif, kebijakan ini juga menjadi tantangan bagi orang tua yang selama ini terbantu gadget dalam pengasuhan. Namun, langkah pemerintah bertujuan melindungi anak dari konten yang tidak sesuai usia dan mendorong mereka lebih banyak berinteraksi di kehidupan nyata,” jelas Ceria, Rabu, 11 Maret 2026
Ia juga menilai kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak dapat memberikan dampak positif, terutama dalam mendorong anak untuk lebih aktif berinteraksi di lingkungan sosial secara langsung.
Ceria menambahkan, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi serta membimbing anak saat menggunakan gawai.
Selain itu, pihak sekolah juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan kebijakan tersebut sekaligus memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler yang mampu menyalurkan minat dan bakat anak secara positif.
Editor: Redaktur TVRINews




