Imunisasi Campak Digelar di 102 Daerah Jelang Lebaran

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan campak yang berpotensi meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas berkumpul selama libur panjang.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan program imunisasi kejar tersebut digelar di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9–59 bulan sepanjang Maret 2026. Program ini dilakukan melalui Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign guna memperkuat perlindungan anak dari penularan campak.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan percepatan imunisasi menjadi langkah penting untuk mencegah penularan yang lebih luas, terutama menjelang momentum mudik Lebaran.

“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar Andi Saguni dikutip dari laman resmi Kemenkes, Kamis, 12 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Siaga Campak Jakarta, Dinkes DKI Perketat Pemantauan

Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi serta enam kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Adapun provinsi yang melaporkan KLB campak antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Meski tren kasus mulai menurun pada Februari, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran berpotensi mempercepat penularan penyakit menular.


Campak. Foto: Ilustrasi istimewa

“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” kata Andi.

Pelaksanaan imunisasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga diperluas melalui berbagai titik layanan agar menjangkau lebih banyak anak. Pelayanan imunisasi dilakukan di puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.

Kemenkes mengajak para orang tua untuk memastikan status imunisasi anak sudah lengkap sebelum melakukan perjalanan mudik.

“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” ujarnya.

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Identitas Calon Pemain Naturalisasi Timnas Pilihan John Herdman Terungkap! Dari Jebolan La Liga hingga Bundesliga
• 22 jam laluharianfajar
thumb
DPR Gelar Paripurna ke-16: Fit and Proper OJK hingga Pembahasan RUU PPRT
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Bupati Rejang Lebong Tulis Kode untuk Menangkan Kontraktor yang Setor Duit
• 22 jam laludetik.com
thumb
Jejak Sejarah 12 Maret: Pertempuran Jawa Berakhir hingga Awal Kekuasaan Soeharto
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Tiga Orang Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis Peliput Penertiban Tata Kelola Timah di Bangka
• 19 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.