Pemerintah Siapkan Antisipasi Karhutla 2026, Menteri Kehutanan Sebut El Nino Berpotensi Datang Lebih Awal

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau yang diperkirakan lebih kering serta kemungkinan munculnya fenomena El Nino lebih awal pada 2026.

Pemerintah Siapkan Infrastruktur dan Antisipasi Karhutla

Raja Juli Antoni menyampaikan hal tersebut setelah membuka kegiatan sterilisasi kucing dan program Kementerian Kehutanan Ramah Hewan di Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.

Ia mengatakan pemerintah telah menerima laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi musim kemarau yang lebih kering serta kemungkinan munculnya fenomena El Nino lebih awal.

"Tahun ini akan menjadi tahun latihan kita, termasuk mempersiapkan infrastruktur. Karena tahun depan sudah pasti El Nino. Operasi modifikasi cuaca hampir tidak mungkin dilakukan karena tidak ada awan untuk menyemai hujan," kata Raja Juli Antoni.

Pemerintah sebelumnya juga telah menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan pada awal Maret 2026.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dan dihadiri Menteri Kehutanan serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Riau dan Kalimantan Barat Jadi Fokus Pencegahan

Kementerian Kehutanan mulai melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui tim Manggala Agni di sejumlah provinsi rawan.

Wilayah yang menjadi fokus penanganan antara lain Provinsi Riau dan Kalimantan Barat yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

Raja Juli Antoni menekankan pentingnya langkah antisipasi dan kerja sama lintas pihak agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sebelum meluas.

"Karena, kalau kita belajar dari sejarah, antisipasi dan kolaborasi itu yang menjadi sangat penting. Kalau sudah mulai terbakar baru kita bergerak, itu sulit. Jadi, Kalimantan dan Riau sudah mulai OMC," ujarnya.

BMKG sebelumnya memprediksi musim kemarau di wilayah Sumatera pada 2026 akan dimulai secara bertahap mulai Mei.

Pada Mei, musim kemarau diperkirakan mulai terjadi di Aceh bagian utara, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian tenggara, sebagian Jambi, wilayah tengah Sumatera Selatan, serta Lampung.

Memasuki Juni, musim kemarau diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi bagian tengah, sebagian Bengkulu, dan sebagian Sumatera Selatan.

BMKG Prediksi El Nino Datang Lebih Cepat

BMKG juga memberikan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya fenomena El Nino yang sebelumnya diperkirakan muncul pada 2027.

Fenomena El Nino tersebut kini diprediksi datang lebih cepat dan berpotensi terjadi pada semester kedua tahun 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Telepon MBS Bahas Konflik Timteng, Serukan Penghentian Aksi Militer
• 12 jam laludetik.com
thumb
7 Tanda Kecanduan Judi Online dan Dampaknya pada Otak Menurut Ahli Psikiatri
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
H-9 Lebaran, Arus Mudik di Terminal Pulo Gebang Mulai Meningkat
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Baleg DPR: Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Cipta, Penggunaan Harus Izin
• 9 jam laludetik.com
thumb
Wamensos Agus Jabo Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Majene
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.