Perang di Teluk Persia Meluas ke Kapal Dagang, Dilaporkan Kapal Tanker Terkait AS Diserang di Lepas Pantai Irak

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Dua kapal tanker diserang pada 11 Maret di perairan dekat Irak. Insiden tersebut menyebabkan satu awak kapal meninggal dunia dan 38 orang berhasil diselamatkan. Pihak berwenang menyebut salah satu kapal berbendera Malta dan dilaporkan memiliki kontrak dengan perusahaan Amerika Serikat. Sejak 28 Februari, jumlah kapal yang diserang di wilayah tersebut setidaknya telah mencapai 16 kapal.

Kelompok media pemerintah Irak mengatakan kepada Iraqi News Agency (INA):  “Dua kapal tanker telah mengalami aksi sabotase.”

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), staf dari General Company for Ports of Iraq mengatakan kepada televisi nasional bahwa satu awak kapal telah meninggal dunia, sementara 38 orang berhasil diselamatkan, dan pencarian terhadap korban yang masih hilang masih berlangsung.

Seorang pekerja di terminal minyak Basra mengatakan kepada AFP bahwa masih belum jelas apakah serangan dilakukan oleh drone atau perahu kecil bermuatan bahan peledak.

Dua pejabat pelabuhan Irak juga menyatakan bahwa kapal yang diserang oleh kapal bersenjata di perairan Persian Gulf dekat Irak pada 11 Maret malam adalah:

Kedua kapal tersebut saat itu sedang memuat bahan bakar di Irak.

Menurut State Organization for Marketing of Oil (SOMO), kapal Safesea Vishnu disewa oleh sebuah perusahaan Irak yang memiliki kontrak dengan SOMO, sementara Zefyros mengangkut produk kondensat dari Basra Gas Company.

Kepala perusahaan pelabuhan Irak menyatakan bahwa setelah serangan tersebut, pelabuhan minyak Irak telah sepenuhnya menghentikan operasinya, meskipun pelabuhan komersial masih tetap beroperasi.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 10 Maret mengatakan bahwa sejak pecahnya perang di Timur Tengah lebih dari satu minggu lalu, militer AS telah menyerang 28 kapal Iran yang digunakan untuk menebar ranjau laut.

Televisi pemerintah Al-Ikhbariya menayangkan rekaman sebuah kapal di laut yang mengeluarkan asap tebal dan terbakar hebat.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kapal tanker SafeSea Vishnu, yang disebut memiliki hubungan dengan Amerika Serikat, serta kapal tanker lain terbakar di Teluk Persia bagian utara dekat Basra.

Selain itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran pada 11 Maret menyatakan bahwa mereka menyerang sebuah kapal milik Israel yang berbendera Liberia serta sebuah kapal kargo Thailand di Selat Hormuz, setelah kedua kapal tersebut mengabaikan perintah untuk berhenti.

Foto yang diambil pada 11 Maret 2026 menunjukkan kapal pengangkut barang curah Thailand “Mayuree Naree” mengeluarkan asap tebal setelah diserang di dekat Selat Hormuz. (Dokumen yang diberikan / ANGKATAN LAUT KERAJAAN THAILAND / AFP via Getty Images)


Dilaporkan bahwa tiga awak kapal dari kapal kargo Thailand Mayuree Naree masih terjebak di kapal. Bahkan, hingga 12 Maret belum berhasil diselamatkan.

Sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer terhadap Iran, jumlah kapal yang diserang di kawasan tersebut telah meningkat menjadi sedikitnya 16 kapal.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Saat ini jalur laut tersebut hampir tidak terbuka bagi kapal tanker minyak. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akademisi: Pembatasan AI untuk pendidikan bukan solusi utama
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Bansos PKH dan BPNT 2026 Hampir Rampung, Cek Sekarang Status Penerima Pakai NIK KTP
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Gus Alex Patok Fee Kuota Haji Tambahan Rp42,2 juta, Diduga Mengalir ke Yaqut
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Di Balik Teror: Mengapa Film Horor Mendominasi Industri Perfilman Indonesia?
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Luhut di Rapat Kabinet: Iran Bangsa Arya, Tidak Mudah Ditaklukkan
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.