Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Perang AS vs Iran, MUI Minta Pemerintah Tetap Optimistis

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Nia'am meminta pemerintah tetap optimistis agar penyelenggaraan ibadah haji 2026 bisa terlaksana dengan lancar.

Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Perang AS vs Iran, MUI Minta Pemerintah Tetap Optimistis. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji Indonesia 2026 imbas konflik Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Nia'am meminta pemerintah tetap optimistis agar penyelenggaraan ibadah haji 2026 bisa terlaksana dengan lancar.

Baca Juga:
Puan Harap Haji 2026 Tetap Dilaksanakan Meski Ada Konflik Timur Tengah

"Membangun optimisme dan mempersiapkan fasilitas negara secara baik dan optimal, baik layanan ibadah maupun layanan pendukungnya," kata Ni'am dalam keterangannya yang dikutip Selasa (17/3/2026). 

Ni'am mengingatkan agar rencana penundaan tersebut tidak menyulutkan semangat pemerintah untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Baca Juga:
Kemlu Sebut Belum Ada Pengumuman dari Saudi Soal Perubahan Penyelenggaraan Haji 2026

Menurutnya, energi pemerintah di tengah eskalasi Timur Tengah dalam menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji perlu diarahkan untuk mengoptimalkan layanan.

Baca Juga:
Harga Minyak Meroket, Menhaj Ungkap Maskapai Haji 2026 Belum Ajukan Kenaikan Harga Tiket

"Energi perlu diarahkan untuk mengoptimalkan layanan," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan skenario penundaan keberangkatan jamaah haji 2026 jika konflik di kawasan Timur Tengah belum mereda. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya memprioritaskan keselamatan jamaah Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Kementerian Agama bersama Kementerian Haji dan Umrah tengah menyusun berbagai opsi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penundaan keberangkatan apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi membahayakan jamaah.

Pemerintah menegaskan keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak. Pembahasan masih berlangsung bersama DPR RI, sekaligus menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Presiden meminta seluruh pihak terkait menyiapkan sejumlah skenario pelaksanaan haji. Hal ini dilakukan agar pemerintah memiliki langkah antisipatif apabila kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memburuk.

“Terkait dengan penyelenggaraan haji seperti apa? Apakah kita akan tetap memberangkatkan atau tidak itu tentu atas pertimbangan banyak hal. Yang jelas nanti Presiden akan melihat kondisinya dan kami juga akan memberikan masukan kepada Presiden. Yang jelas tadi keselamatan jemaah yang pertama dan yang utama,” ujar salah satu pejabat terkait.

Pemerintah memastikan keputusan final akan diambil setelah melihat perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan laporan diplomatik serta kondisi lapangan.

Jika situasi dinilai aman, keberangkatan jemaah haji akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Namun jika risiko konflik meningkat dan berpotensi mengancam keselamatan jemaah, pemerintah tidak menutup kemungkinan menunda keberangkatan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video Netanyahu Minum di Kedai Kopi, Grok AI: 100 Persen Deepfake-World in Minute
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
HP Berisi Percakapan Pemerasan THR yang Menjerat Bupati Cilacap Disita KPK
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Rasio Utang Luar Negeri RI terhadap PDB Turun Jadi 29,6 persen pada Januari 2026
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Polri Bentuk Tim Gabungan untuk Buru Pelaku Penyerangan Aktivis Andrie Yunus
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Viral Aksi Berani Pemotor Emak-Emak di Medan, Kejar dan Tabrak 2 Penjambret Gelang Emas
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.