tvOnenews.com - Kisah seorang penjual cilok bernama Asep mendadak viral dan menyita perhatian publik, termasuk Dedi Mulyadi.
Pria berusia 31 tahun itu nekat mudik dari kawasan Cibaduyut, Kota Bandung menuju kampung halamannya di Desa Gunungcupu, Sindangkasih, Ciamis dengan berjalan kaki.
Keputusan tersebut membuat Dedi Mulyadi geleng kepala.
Baginya, langkah Asep sangat tidak biasa, apalagi di tengah momen mudik Lebaran yang identik dengan perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum.
Dalam perbincangan yang diunggah melalui kanal YouTube, Dedi Mulyadi mencoba menggali latar belakang kehidupan Asep.
Diketahui, Asep sehari-hari bekerja sebagai penjual cilok di bawah usaha milik bosnya. Penghasilan Asep ternyata sangat terbatas.
Ia harus menyetor sekitar Rp70 ribu setiap hari kepada pemilik usaha.
Dari hasil jualannya, Asep hanya bisa membawa pulang keuntungan yang tidak lebih dari Rp50 ribu.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Kondisi tersebut semakin sulit saat bulan Ramadan, di mana jumlah pembeli menurun drastis.
Namun, yang membuat Dedi semakin heran bukan hanya soal penghasilan kecil itu, melainkan keputusan Asep untuk tidak meminta bantuan ongkos mudik kepada bosnya.
“Kenapa tidak minta ke bosnya? Masa bosnya tidak kasih,” ujar Dedi Mulyadi dengan nada heran.
Saat ditanya langsung, Asep mengaku sebenarnya memiliki kesempatan untuk meminta bantuan, namun ia tidak memiliki keberanian.
Rasa kurang percaya diri membuatnya enggan meminjam uang, meskipun kebutuhannya mendesak.
Fakta lain yang terungkap justru lebih mengejutkan. Asep mengakui bahwa selama ini uang hasil jualannya kerap habis untuk memenuhi hobinya, yaitu mendaki gunung.
Hal ini membuatnya tidak memiliki tabungan yang cukup untuk pulang kampung saat Lebaran.
Pengakuan tersebut membuat Dedi Mulyadi semakin terkejut.
Ia menilai bahwa kondisi yang dialami Asep sebenarnya bukan semata-mata karena penghasilan kecil, tetapi juga karena pengelolaan keuangan yang kurang bijak.
“Kesusahan bapak ini diciptakan oleh siapa?” tanya Kang Dedi.




