jpnn.com, ACEH - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan masih ada 43 kepala keluarga atau 171 warga Aceh yang mengungsi di tenda pengungsian.
Sebanyak 171 warga itu masih mengungsi pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh sejak November 2025 lalu.
BACA JUGA: Korban Bencana Aceh dan Sumut Masih Tinggal di Tenda, DPR Desak Negara Hadir
Dia menuturkan sebelum Lebaran 2026, pemerintah memang menargetkan agar tak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian. Namun, rencana itu mundur karena ada tantangan di lapangan.
“Sebelum lebaran tidak ada lagi di tenda harapan kami masyarakat merayakan IdulFitri tidak lagi di tenda, tapi lebaran ini masih ada 26 (titik) ini, karena tadi tingkat kesulitan pembukaan jalan untuk di daerah pedalaman,” ucap Tito di Kantor Staf Kepresidenan, pada Rabu (25/3).
BACA JUGA: Satgas PRR Targetkan Nol Pengungsi Bencana Menjelang Idulfitri
Dia pun membantah bahwa Presiden Prabowo Subianto menyebutkan 100 persen warga yang terdampak bencana sudah tak lagi tinggal di tenda.
“Yang disampaikan adalah mendekati 100 persen itu tidak di tenda. Nah bagaimana kami menghitungnya? Hitung saja 171 orang sekarang ini dibagi 2,1 juta pada saat 5 Desember data pengungsi itu lebih kurang 0,008 persen, sehingga bisa dikatakan 99,92 persen tidak lagi di tenda,” jelasnya.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Promo Spesial Libur Lebaran 2026
Tak hanya itu, sejumlah masyarakat yang masih mengungsi pun menolak untuk menetap di hunian sementara.
"Mereka mau langsung dari tenda ke hunian tetap," kata dia.(mcr4/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




