JAKARTA, KOMPAS.TV- Duta Besar Indonesia untuk Iran 2012-2016 Dian Wirengjurit menilai proposal Amerika Serikat (AS) terkait gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran sebagai bentuk kepanikan Presiden AS Donald Trump.
“Usulan yang disampaikan Trump itu, yang disampaikan juga tadi (oleh) juru bicaranya, orang yang sudah panik, orang yang sudah tidak punya pertimbangan lain, selain membesar-besarkan diri seakan-akan perang sudah di ujung penyelesaian dengan Iran sudah di titik menyerah,” ucap Dian Wirengjurit dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (27/3/2026).
Menurut Dian, Presiden AS Donald Trump terlalu bermimpi jika berpikir Iran akan menyerah dalam peperangan ini.
Baca Juga: Mensos Pecat 1 PNS dan 3 PPPK yang Melanggar Disiplin Berat
“Masih jauh (kalau berpikir Iran menyerah) mimpi itu Trump,” kata Dian.
Sementara, kata Dian, kalau perang dengan Iran dilanjutkan lebih lama lagi maka Amerika Serikat akan berantakan.
“Jadi sebuah cease fire harus tanpa syarat dan kalau dikatakan ada pihak ketiga sedang merundingkan, buat saya silakan-silakan aja. Sekarang pun diplomasi sedang berlangsung,” ucap Dian.
“Tapi kalau kemudian sebuah kesepakatan harus ditentukan berdasarkan persyaratan, ya tidak akan ada yang namanya cease fire.”
Sebelumnya, AS telah mengajukan proposal gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran. Upaya ini dilakukan melalui Pakistan sebagai negara perantara dalam hubungan Amerika Serikat dengan Iran.
Baca Juga: Pengamat: Proses Hukum Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Wajib Lewat Peradilan Umum, Bukan Militer
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- as ajukan proposal perdamaian
- proposal perdamaian as
- amerika serikat
- donald trump
- dian wirengjurit
- gencatan senjata





