jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara resmi membuka pelaksanaan skema rekayasa lalu lintas one way tahap dua presisi guna mengantisipasi kepadatan arus balik.
Pembukaan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran kendaraan yang bergerak dari arah Timur menuju Jakarta yakni KM 263-70.
BACA JUGA: Polri Lakukan One Way Presisi Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran Kedua
Kepastian pembukaan jalur satu arah ini disampaikan langsung oleh Dudy setelah mendapatkan laporan melalui kendali alat komunikasi handy talky (HT) dari Dirlantas Polda Jawa Tengah dan Polda Jawa Barat, Jumat (27/3).
Dia menjelaskan langkah ini diambil setelah menerima laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan yang mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan.
BACA JUGA: Menjelang Puncak Arus Balik Kedua, Korlantas Polri akan Terapkan One Way Lokal
"Berdasarkan laporan dari Candi Zebra satu, Lodaya Zebra satu, serta hasil monitoring situasi arus lalu lintas yang telah terkendali, maka pada hari ini Jumat, tanggal 27 Maret 2026, pukul 10.23 WIB, pelaksanaan one way tahap dua presisi dinyatakan dibuka," kata Dudy di Command Center PJR Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/3).
Dudy menjelaskan kebijakan ini merupakan bagian dari tata kelola manajemen lalu lintas yang bertujuan untuk memberikan prioritas bagi pemudik yang kembali dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
BACA JUGA: Pernyataan Kakorlantas Polri Setelah One Way Nasional KM 414-263 Resmi Dicabut Sore Tadi
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memastikan bahwa seluruh personel di lapangan telah siap melakukan sterilisasi jalur guna mempercepat aliran kendaraan dari arah Semarang Raya, Solo, Jogja, hingga Jawa Timur.
"Tadi baru saja Pak Menhub langsung mengendalikan untuk membuka one way arus balik tahap dua presisi di kilometer 263. Ini kaitannya dengan bagaimana kami memprioritaskan arus balik yang datang dari arah Trans Jawa," ujar Irjen Agus.
Dia menjelaskan selain fokus pada jalur Tol Trans Jawa, petugas gabungan juga terus memonitor pergerakan arus balik dari arah Jawa Barat.
Irjen Agus mengatakan penjagaan ketat pun dilakukan untuk memantau kendaraan yang datang dari arah Trans Sumatra melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Merak hingga melintasi Gerbang Tol Cikupa.
Dia menyebutkan penerapan one way presisi ini sebagai langkah paling efektif agar flow atau aliran kendaraan tidak mengalami stagnasi di titik-titik krusial.
"Ini dimaksud agar supaya flow arus balik ini bisa terkendali dengan baik," pungkas Irjen Agus.(mcr8/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra




