DCI nilai lonjakan AI global buka ruang ekspansi bagi data center RI

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT DCI Indonesia Tbk memandang tingginya permintaan dari penyedia artificial intelligent (AI) global terhadap layanan pusat data (data center) membuka peluang ekspansi bagi industri pusat data di Indonesia, terutama di tengah dinamika global.

Dinamika tersebut mulai dari keterbatasan pasokan listrik di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, konflik di Timur Tengah, serta dinamika geopolitik AS-Tiongkok.

“Ini memberikan potensi kepada market-market yang emerging seperti Indonesia untuk ke depannya bisa mendapatkan pertumbuhan pasar yang lebih pesat terutama dari sisi kebutuhan data center AI global yang mencari kapasitas di seluruh dunia,” kata VP Market Development and Sales Strategy DCI Indonesia Abieta Billy dalam public expose di Jakarta, Senin.

Billy mencatat bahwa pendapatan perusahaan-perusahaan penyedia layanan AI tumbuh signifikan sejak 2023 hingga 2025.

Baca juga: DCI Indonesia siap operasikan pusat data E2 Surabaya pada semester I

Baca juga: Pendapatan DCI tumbuh 40,1 persen pada 2025, didukung kontribusi JK6

Tak hanya itu, jumlah pengguna aktif layanan AI juga terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, imbuh dia, permintaan pusat data global diproyeksikan meningkat pesat hingga hampir 10 kali lipat antara 2025 sampai dengan 2030.

Billy juga menjelaskan bahwa pemanfaatan pusat data oleh perusahaan AI kini bergeser dari pelatihan (training) model menuju inference, yaitu penggunaan model yang telah dilatih untuk memenuhi permintaan pengguna, baik individu maupun enterprise.

Seiring pergeseran ini, proporsi beban komputasi pusat data untuk inference diproyeksikan meningkat dari sekitar 40 persen pada 2025 menjadi 80 persen pada 2030.

“Indonesia sendiri memiliki lebih dari 280 juta penduduk, inference ini akan menjadi pilar penting dalam permintaan pusat data di Indonesia ke depannya,” kata Billy.

Ketika ditanya mengenai rencana ekspansi DCI Indonesia pada tahun ini, Billy mengatakan bahwa perseroan akan membangun pusat data sesuai dengan permintaan pasar.

“Kalau misalnya ada customer yang datang dan mencari kapasitas pusat data, kita pasti akan membangun sesuai dengan permintaan mereka,” kata dia.

Terkait strategi perseroan di tengah kompetisi bisnis pusat data di Indonesia yang semakin ketat, Billy mengungkapkan bahwa pelanggan biasanya menilai beberapa kriteria utama, salah satunya adalah track record dalam melayani pelanggan.

“Dari sisi itu, DCI sudah mempunyai posisi sangat kuat. Kami sudah ada lebih dari 270 customer, 80 persennya adalah pelanggan multinasional, termasuk perusahaan-perusahaan teknologi dan enterprise terbesar di dunia,” kata dia.

Selain itu, kriteria kedua bagi pelanggan adalah speed to market. Billy mengatakan bahwa DCI memimpin di Indonesia dalam hal kecepatan pembangunan, dengan kemampuan membangun pusat data dalam waktu kurang dari 12 bulan.

Menurut dia, kecepatan ini menjadi faktor penting untuk memenangkan kompetisi, karena semakin cepat pusat data siap, maka semakin cepat pula pelanggan dapat meraih pendapatan dari operasional mereka.

“Kami dari DCI juga terus berinovasi dari sisi proses kami, dari sisi desain dan arsitektur kami, supaya kami bisa men-deliver kapasitas pusat data lebih cepat lagi daripada sebelumnya,” kata Billy.

Adapun perseroan saat ini mengoperasikan platform pusat data dengan total kapasitas layanan sebesar 128 MW yang tersebar di empat lokasi yakni H1 Campus Cibitung, H2 Campus Karawang, E1 Jakarta, dan E2 Surabaya.

Pada 2025, DCI Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun pada 2025 atau tumbuh 40,1 persen (year on year/yoy) dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,8 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan tumbuh sebesar 31 persen (yoy) menjadi Rp1,5 triliun. Sementara itu, laba bersih juga meningkat sebesar 25,7 persen (yoy) menjadi Rp1 triliun pada 2025.

Baca juga: Laba bersih DCII naik 193 persen jadi Rp418 miliar di kuartal I-2025

Baca juga: DCI Indonesia segera bangun infrastruktur pusat data AI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amsal Sitepu, Videographer Garap Profil Desa Berujung Dibui dan Didakwa Rugikan Negara Rp202 Juta
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Kecelakaan Mercy Adu Banteng dengan Xpander di Tangsel, Kedua Mobil Ringsek
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Bank Danamon (BDMN) Gelar RUPST 31 Maret 2026, Ini Agendanya
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Amnesty Soroti Risiko Pelanggaran HAM pada Piala Dunia 2026
• 4 jam laludetik.com
thumb
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Tetap Buka Saat WFA
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.