Tiga Dokter Magang Meninggal, Kemenkes Bantah Isu Kelebihan Beban Kerja

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara soal tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. 

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti mengatakan tiga kasus kematian dokter magang itu bukan karena kelebihan beban kerja. 

Baca Juga :
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia
Ibunda Anji Meninggal Dunia

Hal itu diungkapkan sebagai respons dari beredarnya kabar yang ramai di berbagai platform media sosial tentang dokter magang yang meninggal karena kelebihan beban kerja.

"Satu, tidak ditemukan adanya indikasi kelebihan beban kerja akibat jadwal jaga. Total bekerja masing-masing ketiga ini, kurang dari 40 jam per minggu," ucap Yuli, dikutip dari ANTARA, Senin, 30 Maret 2026.

Pada kasus pertama, kata Yuli, peserta yang magang enam bulan di RSUD Pagelaran dan enam bulan di Puskesmas Sukanagara di Cianjur, Jawa Barat. Pada tanggal 8 Maret 2026 peserta menangani kasus campak dan pada 18 Maret peserta mengalami keluhan berupa demam, flu, dan batuk.

Pembimbing memberikan izin untuk tanggal 19-21 Maret, kata dia, namun peserta tetap bekerja karena dia anak yang rajin. Kemudian saat bertugas peserta menangani empat pasien suspek campak.

Pada tanggal 22-25 Maret peserta izin karena sakit dan melakukan perawatan mandiri di rumah. Pada tanggal 25 Maret ada penurunan kesadaran, sebelum akhirnya pada 26 Maret meninggal dunia dengan diagnosa akhir campak dan gangguan jantung serta otak.

Kasus kedua, kata Yuli, pada 20-22 Februari 2026 peserta mengalami gejala nyeri, demam, dan diare. Menurut riwayat medis, peserta diduga memiliki anemia. Peserta pernah diberikan izin sakit selama 25 hari.

"Diizinkan oleh pendamping bahkan 25 hari, mulai pada tanggal 2 sampai 27 Oktober, gitu. Nah pada tanggal 23 Februari 2026 ini masuk IGD Rumah Sakit Bina Bakti Husada," katanya.

Peserta dirujuk pada tanggal 24 Maret ke RSUD Sutomo Surabaya, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada 25 Maret 2026. Untuk kasus kedua, katanya, belum ada diagnosa yang pasti, namun dugaan sementara karena anemia.

Pada kasus ketiga, lanjut Yuli, pada tanggal 9 Maret peserta menunjukkan gejala demam, namun hasil lab darahnya normal. Pada tanggal 10-12 Maret peserta minta izin karena sakit. Peserta sempat ditawari untuk dirawat di RS, namun peserta menolak dan memilih untuk di kos saja.

Baca Juga :
Kronologi Wafatnya Brigadir Fajar Usai Jalani Tugas Pengamanan Mudik Idul Fitri
Pemilik Situs OnlyFans Meninggal Dunia Akibat Kanker
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malapetaka Baru Hantam Pakistan-Afghanistan, Korban Jiwa Berjatuhan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terungkap! Kronologi Mutilasi di Bekasi, Pelaku Buang Bagian Tubuh Korban ke Bogor
• 2 jam laludisway.id
thumb
Politeknik Negeri Jember Raih Hasil SNBP 2026 Tertinggi
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Mau RJ? Sekjen Peradi Bersatu Minta Rismon Muncul: Jangan di Belakang Layar Terus!
• 22 jam laludisway.id
thumb
Netanyahu Perluas Serangan Darat Militer Israel ke Lebanon Selatan, Berdalih Gagalkan Ancaman Ini
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.