MPR minta pemerintah pertimbangkan tarik pasukan perdamaian di Lebanon

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI meminta pemerintah mempertimbangkan untuk menarik pasukan perdamaian di Lebanon, menyusul gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel ke sekitar markas Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat jumpa pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, mengatakan penarikan pasukan itu perlu dipertimbangkan, terlebih jika tidak ada jaminan keamanan bagi prajurit Indonesia.

"Kalau tidak ada jaminan keselamatan bagi pasukan misi perdamaian kita yang merupakan pasukan penjaga perdamaian maka MPR meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk menarik seluruh pasukan yang ada di Lebanon," katanya.

Menurut Muzani, penarikan pasukan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memerintahkan negara untuk melindungi setiap warga negaranya.

"Sesuai dengan konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI seperti yang terjadi di Lebanon selatan ini," ucapnya.

MPR mengutuk keras serangan itu dan menyebut serangan berulang Israel merupakan tindakan yang "sangat biadab" karena telah merenggut nyawa prajurit yang tengah menjalankan misi perdamaian.

Oleh sebab itu, MPR mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel.

Baca juga: MPR desak DK PBB sanksi Israel atas serangan gugurkan prajurit TNI

MPR turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut.

Menurut Muzani, para prajurit yang gugur merupakan putra terbaik bangsa Indonesia yang mengabdikan diri atas mandat Dewan Keamanan PBB. Karena itu, MPR mengusulkan kepada pemerintah agar mereka diberikan penghargaan.

Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

Sementara itu, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan terluka akibat serangan tersebut.

Berselang sehari, PBB melaporkan dua anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan pada Senin (30/3).

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan dua prajurit yang gugur itu adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan.

Adapun dua prajurit yang terluka adalah Letnan Satu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Baca juga: MPR kutuk keras Israel soal gugurnya prajurit TNI di Lebanon

Baca juga: Komisi I: Harus ada ketegasan dari TNI soal prajurit gugur di Lebanon


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terlalu Cepat Yakin: Kesalahan Berpikir dalam Mengambil Kesimpulan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Jaksa Tak Tahu Harga Sebuah Karya
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Camat Tambora Sebut Penyediaan TPS Mendesak, tapi Tak Ada Lahan Kosong
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Komdigi Beri Peringatan Roblox dan TikTok karena Belum Batasi Akses Anak
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Turkiye Melepaskan 60 Ton Emas dalam Dua Minggu! Kegilaan Melepaskan Emas Demi Mendapatkan Dolar AS Mengejutkan Pasar
• 2 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.