BEKASI, KOMPAS.com - Karyawan kios ayam goreng di Serang Baru, Kabupaten Bekasi dibunuh dan dimutilasi rekan kerjanya pada Sabtu (21/3/2026) pukul 03.30 WIB.
Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengatakan saat itu korban, Abdul Hamid (39) menolak diajak mencuri oleh kedua pelaku.
“Pada 21 Maret dini hari, pelaku mengajak korban untuk ikut mencuri kendaraan operasional tempat kerja namun ditolak korban,” kata Rahim dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Emosi, kedua pelaku, DS alias A dan S pun membunuh korban, dan dilanjutkan dengan memotong kaki dan tangannya.
Kedua pelaku menyimpan jasad korban di mesin pembeku (freezer) kios yang masih libur. Berselang enam hari, mereka membawa potongan kaki dan tangan korban untuk dibuang ke Cariu, Kabupaten Bogor pada Jumat (27/3/2026).
“Lalu mereka melarikan diri ke arah Majalengka, Jawa Barat,” ujar Rahim.
Sebelumnya diberitakan, jasad Abdul Hamid ditemukan di dalam mesin pembeku (freezer) di kios ayam goreng di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (28/3/2026).
Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kios, ES.
“Dia melaporkan penemuan mayat berada di dalam freezer penyimpanan daging ayam miliknya yang diduga dari ciri-ciri kulitnya adalah karyawannya bernama Abdul Hamid,” jelas Rahim dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).
Baca juga: Terungkapnya Motif di Balik Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi
Menurut Rahim, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
“Korban disimpan dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki,” kata dia.
Setelah penemuan tersebut, ES berusaha menghubungi dua karyawannya, ACN (23) dan S (27), namun tidak berhasil.
Kecurigaan pun mengarah kepada keduanya, terlebih setelah diketahui dua sepeda motor dan uang tunai Rp 500.000 milik kios juga hilang.
Sebelumnya, kedua karyawan tersebut sempat meminta izin untuk mudik Lebaran, sementara korban tetap menjaga kios karena tidak memiliki keluarga.
Tak lama setelah kasus terungkap, polisi menangkap dua terduga pelaku.
“Benar, pelaku sudah ditangkap,” ungkap Rahim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




