Atlet pencak silat asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Safira Dwi Meilani bakal bertanding di ajang Belgium Open 2026 - International Championship pada 24 April sampai 26 April 2026 di Belgia. Safira memasang target meraih medali emas di kejuaraan internasional ini.
Safira saat dikonfirmasi kumparan mengaku baru pertama kali mengikuti ajang ini. Ia terjun di nomor tanding kelas B putri (50-55 kilogram).
Dia optimistis meraih medali emas di event ini. Demi merealisasikan targetnya itu saat ini dia rutin berlatih setiap hari. Ia mempelajari beragam porsi latihan seperti fisik, teknik dan aturan baru pertandingan pencak silat.
"Persiapan saat ini saya masih di GOR Jatidiri, Semarang. Kemudian nanti ada pemanggilan Pelatnas tahap pertama, perkiraan antara tanggal 6 April sampai 9 April," katanya kepada kumparan, Selasa (31/3).
Ia menambahkan, setelah bergabung bersama Pelatnas, rencana ada dua kota yang akan digunakan untuk persiapan Pelatnas. Yakni antara Jakarta atau di Solo, Jawa Tengah.
"Persiapan terus saya lakukan. Latihan kali ini lebih ke pra kompetisi meliputi penurunan berat badan dan mengasah strategi," terangnya.
Perempuan asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu juga mempersiapkan kondisi fisiknya. Selain itu latihan pukulan dan tendangan juga dijalaninya.
"Saya juga belajar memahami aturan baru pertandingan pencak silat. Salah satunya tidak diperbolehkannya menarik body lawan saat bertanding," ujarnya.
Safira masih menunggu petunjuk teknis pertandingan maupun peserta yang ikut serta di ajang ini. Menurutnya, di kejuaraan kali ini lawan berat berasal dari negara Asia Tenggara.
"Kalau pesilat dari Vietnam saya belum tahu ada yang ikut atau tidak. Kemungkinan Malaysia jadi salah satu lawan berat karena saya belum tahu gaya bermain atletnya seperti apa," ujarnya.
Safira menjelaskan, pertandingan akan berlangsung dengan skema sistem gugur. Artinya, atlet yang kalah bertanding tidak dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya. Sementara terkait jumlah peserta, ia belum mengetahui secara pasti.
"Kalau jumlah peserta belum tahu. Tetapi karena ini kejuaraan open, peserta tidak hanya mewakili negara. Tetapi ada yang datang membawa nama paguyuban pencak silat maupun membawa nama universitas," jelasnya.
Di setiap kejuaraan silat yang diikutinya, Safira selalu memasang target medali emas. Hal itu bukan sekadar gertak sambal. Di berbagai kejuaraan bergengsi, dirinya menyabet medali emas.
Safira sering meraih prestasi di kejuaraan pencak silat. Di antaranya juara South East Asian Championship 2022 di Singapura, juara World Pencak Silat Championship 2022 di Malaysia, juara SEA Games Cambodia 2023, juara World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi, juara PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan lainnya.
"Keinginan saya semoga bisa meraih medali emas di ajang ini," imbuhnya.





