Pemerintah Imbau Masyarakat Hemat Energi, di Rumah hingga Tempat Kerja

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjalankan kebiasaan hemat energi dalam aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di tempat kerja.

"Hal ini terkait efisiensi energi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers 'Kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global saat ini' secara virtual, Selasa, 31 Maret 2026.

Masyarakat juga diimbau melakukan mobilitas cerdas, yaitu memprioritaskan penggunaan transportasi publik. Selain itu, masyarakat diminta tetap produktif menjalankan roda ekonomi sebagaimana biasa.

Hal ini sejalan dengan transformasi budaya kerja yang mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital. Kebijakan ini mencakup beberapa langkah utama sebagai berikut.


 

Baca Juga :

Daftar Lengkap Sektor yang Tidak Terdampak Kebijakan WFH
  Penerapan WFH ASN
Pertama, penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap Jumat. Penerapan ini diatur melalui surat edaran dari Menpan RB dan SE Mendagri, termasuk di dalam skema WFH yang diatur sebagai berikut:
  1. Mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital.
  2. Efisiensi mobilitas termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas 50 persen, kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik dan mendorong penggunaan transformasi transportasi publik.
  3. Efisiensi perjalanan dinas di dalam negeri hingga 50 persen dan luar negeri hingga 70 persen.

"Kebijakan ini akan mulai berlaku 1 April dan akan dilakukan evaluasi setelah dua bulan pelaksanaan," ujar Airlangga.

Sementara bagi sektor swasta, kebijakan WFH akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha. Pengaturan SE Kemnaker ini mencakup gerakan efisiensi energi di tempat kerja.

"Potensi penghematan WFH ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM sementara total pembelanjaan bbm masyarakat berpotensi dihemat sebesar Rp59 triliun," jelas Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langgar Hak PMI, P2MI Cabut Izin PT Tulus Widodo Putra
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Gaji Nunggak 3 Bulan, 100-an Buruh Pabrik Mengadu ke Kantor Gubernur DIY
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Jaksa Tak Tahu Harga Sebuah Karya
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Trump: Rezim Iran Telah Berganti, Gelombang Kepemimpinan Ketiga adalah Wajah Baru
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
KTM Muncul sebagai Ancaman Aprilia, Pit Beirer Ungkap Perubahan Besar Motor RC16 di MotoGP 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.