Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengeluarkan pernyataan keras terkait eskalasi konflik di Lebanon yang telah menewaskan tiga prajurit TNI. Ia menilai, jika pihak yang berseteru, terutama Israel, tidak lagi memiliki niat untuk damai dan terus mengabaikan resolusi PBB, maka keberadaan pasukan perdamaian menjadi tidak relevan.
TB Hasanuddin yang pernah menjabat sebagai Sector Commander di perang Irak-Kuwait menegaskan bahwa misi Peacekeeping Force sangat bergantung pada komitmen kedua belah pihak untuk mematuhi mandat internasional. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya.
Misi yang Sia-Sia
Menurut TB Hasanuddin, evaluasi mendalam harus segera dilakukan oleh Mabes TNI dan Pemerintah RI. Jika hasil investigasi menunjukkan bahwa Israel secara sengaja menargetkan pasukan PBB dan tidak ada reaksi tegas dari dunia internasional, maka bertahan di Lebanon hanya akan mengorbankan nyawa prajurit tanpa hasil nyata.
Baca juga:
3 TNI Pasukan Perdamaian Gugur di Lebanon, Chappy Hakim: Ini Kejahatan Perang
"Kalau mereka tidak ada niat untuk damai karena memang sifatnya selalu agresif, memang itu kita serahkan kembali kepada Dewan Keamanan PBB. Tapi lebih baik kita kembali mengurus keamanan di dalam negeri saja. Untuk apa kita di sana, sia-sia saja," tegas TB Hasanuddin dalam Primetime News Metro TV, Selasa 31 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa loyalitas TNI adalah kepada negara dan presiden. Jika kebijakan di lapangan sudah tidak lagi memberikan manfaat strategis bagi perdamaian dunia, menarik mundur pasukan adalah langkah rasional untuk menyelamatkan aset terbaik bangsa.
Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan pemerintah untuk tidak tergesa-gesa merealisasikan rencana pengiriman tambahan hingga 8.000 pasukan ke zona konflik tersebut. Ia mendesak adanya evaluasi taktis dan teknis, mulai dari jenis kendaraan tempur hingga keamanan pos-pos pemantau.




