Yamaha kemudian memberikan panduan komponen yang perlu diperiksa setelah perjalanan jarak jauh: 1. Oli Mesin Kualitas viskositas atau kekentalan oli tentu akan semakin menurun setelah menempuh perjalanan jarak jauh. Para pengguna dapat memeriksa kondisi oli motor melalui dipstick. Sangat disarankan untuk segera lakukan penggantian jika pengguna telah mencapai kilometer atau jarak tempuh sejauh lebih 3.000KM.
Bisa juga jika volume oli berkurang drastis, atau warnanya sudah menghitam, maka segera lakukan penggantian dan direkomendasikan menggunakan oli terbaik dari Yamalube yang sudah teruji dalam aneka perjalanan. 2. Sistem Pengereman Komponen penting lainnya yang juga perlu diperiksa pasca perjalanan jarak jauh adalah sistem pengereman. Kondisi jalan yang beragam, seperti kemacetan atau jalur menurun dapat mempercepat keausan kampas rem. Pastikan ketebalan kampas rem depan dan belakang masih dalam kondisi baik. Baca Juga:
Manfaatkan Fitur Ini di Xpeng G6, Parkir Anti Ribet
Tanda kampas mulai habis biasanya diawali dengan bunyi berdecit atau tuas rem terasa lebih dalam saat digunakan. Pastikan juga volume minyak rem berada pada batas normal agar performanya tetap maksimal. 3. Sistem Kelistrikan dan Aki Pemeriksaan sistem kelistrikan dan kondisi aki pasca perjalanan jarak jauh sangat krusial untuk memastikan seluruh daya listrik pada motor tetap berfungsi secara presisi. Pastikan tegangan aki berada pada angka optimal, yakni berada di kisaran normal (±12V).
Pastikan juga bebas dari tumpukan jamur atau korosi pada bagian kutub terminal yang dapat menghambat aliran listrik pada motor. Pastikan juga kabel-kabel utama dalam kondisi baik dan layak digunakan. 4. Busi Busi memiliki peran penting dalam menghasilkan proses pembakaran mesin yang sempurna dan efisien. Setelah digunakan dalam perjalanan jarak jauh, pastikan kondisi busi tetap bersih dari kerak karbon. Penumpukan kotoran pada busi dapat menyebabkan mesin sulit dinyalakan. Untuk menjaga performa busi tetap optimal, lakukan penggantian busi secara berkala setiap 8.000 km sesuai dengan buku petunjuk servis yang terdapat masing-masing motor pengguna. 5. Sistem Penggerak Bagi pengguna motor matic, penting untuk memastikan area CVT tetap bersih dan tidak mengalami keausan. Gejala seperti tarikan berat atau sulit mencapai kecepatan maksimal bisa menjadi indikasi adanya masalah pada komponen CVT. Baca Juga:
Cek Ban hingga Rem, Ini Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa Setelah Mudik
Jika terjadi hal seperti ini, periksa komponen CVT termasuk roller, kampas ganda (clutch carrier assy), dan v-belt, serta lakukan penggantian setiap 25.000km. Sementara untuk motor tipe sport dan moped, periksa kondisi rantai mulai dari kekencangan, kebersihan, hingga pelumasan. 6. Suspensi Depan dan Belakang Pemeriksaan suspensi menjadi salah satu hal yang turut krusial pasca lakoni perjalanan jarak jauh. Pada suspensi depan, pastikan karet seal tetap utuh tanpa kebocoran oli serta batang inner tube bersih dari baret agar handling motor tetap stabil. Untuk suspensi belakang, periksalah kondisi pegas dan pastikan tidak ada suara berdecit yang mengganggu saat motor meredam guncangan. Jika ditemukan tanda kerusakan, segera kunjungi bengkel resmi Yamaha terdekat agar ditangani langsung oleh teknisi ahli. 7. Ban Depan dan Belakang Setelah perjalanan jarak jauh, pemeriksaan ban depan dan belakang secara mendalam sangat krusial untuk memastikan tidak ada area yang sobek, retak, atau menipis secara ekstrem. Para pengguna perlu memeriksa indikator keausan ban untuk menjamin cengkeraman tetap optimal saat digunakan kembali. Jika permukaan karet dirasa sudah mulai gundul atau terasa tidak stabil, segera lakukan penggantian ban baru di bengkel resmi Yamaha demi menghindari risiko-risiko tertentu. 8. Filter Udara Penyaringan udara yang optimal menjadi kunci utama dalam menjaga performa mesin tetap responsif setelah motor dipacu melewati berbagai medan. Filter udara yang kotor akibat debu dapat menghambat proses pembakaran dan membuat tarikan motor terasa lebih berat. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa kondisi saringan udara. Umumnya, penggantian filter udara direkomendasikan setiap 12.000 km sesuai dengan buku petunjuk servis. Baca Juga:
Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar
Asst. General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Johannes B.M Siahaan, menyampaikan bengkel resmi menyediakan layanan perawatan bagi pengguna setelah perjalanan mudik.
“Support kami tidak hanya hadir dalam jaringan Bengkel dan Pos Jaga yang menemani perjalanan berangkat. Namun, kamu pun turut memberikan layanan perawatan & servis pasca perjalanan pulang agar motor kembali prima untuk dukung aktivitas sehari-hari. Atas itu, kami mengajak para pengguna untuk lakukan servis pasca perjalanan jarak jauh di jaringan bengkel resmi Yamaha dengan penanganan langsung dari ahlinya, yang sudah teruji handal teknisinya dan tentunya asli spare part,” Johannes melalui keterangan resminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





